KIW Bangun Instalasi Air Bersih dari Sungai

  Kamis, 04 Oktober 2018   Arie Widiarto
Direktur Utama PT KIW Rachmadi Nugroho (dua dari kiri) berbincang dengan sejumlah jajaran direksi dan manajemen di sela-sela kegiatan donor darah, Kamis (4/10/2018). (Arie Widiarto/ayosemarang)

TUGU, AYOSEMARANG--PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang sebagai pengelola Kawasan Industri Wijayakusuma di Kecamatan Tugu menghentikan pengambilan air bawah tanah dan beralih ke penggunaan air permukaan untuk memenuhi kebutuhan air bagi industri.  Pengelola mengambil air dari sungai Banjir Kanal Barat melalui pipa sepanjang 17 Km.

Direktur Utama PT KIW  Rachmadi Nugroho mengemukakan penghentian ini didasari atas keinginan untuk mengurangi terjadinya percepatan penurunan tanah di Kota Semarang.

''Kami sudah menyuplai kebutuhan air untuk industri menggunakan air sungai yang sudah diolah di Water Treatment Plant (WTP) sejak beberapa bulan lalu. Kini rencananya juga akan kami menyuplai untuk kebutuhan di luar industri,'' jelasnya di sela-sela acara donor darah dalam rangka HUT ke 30 PT KIW di halaman kantor, Kamis (4/10/2018).

Rachmadi menjelaskan langkah pengelola kawasan industri yang kali pertama di Jateng ini didasari atas hasil penelitian Matthias Dom, Bundesanstait fur Geowissenschaften und Rohstoffe (BGR) Jerman, bahwa penurunan tanah di Kota Semarang pada tahun 2016, sudah sangat kritis, beberapa titik sudah mencapai rata-rata 16 cm/tahun. Adapun penyebab utama penurunan tanah antara lain pengambilan air tanah yang sangat tinggi khususnya untuk kebutuhan industri. 

''Maka, suatu keniscayaan kami sebagai pengelola bertekat mempelopori pembangunan Kawasan Industri yang ramah lingkungan di Jawa Tengah khususnya di Kota Semarang,'' jelasnya.

Ia menuturkan pembangunan WTP dimulai pada  2015 bekerja sama dengan PT Dain Celicani Citra Cemerlang, salah satu perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang pengolahan air bersih. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 1,4 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp32,9 miliar. 

''WTP yang diberi nama WTP Tirta Wijayakusuma tersebut mengolah air baku dari sumber air yang diambil dari sungai Banjir Kanal Barat melalui pipa sejauh 17 Km. Air baku tersebut kemudian diolah dengan teknologi canggih dan menghasilkan air bersih,'' jelasnya.

WTP tersebut, lanjut dia, sudah mulai berproduksi dengan kapasitas air bersih yang dihasilkan sebesar 50 LPS (Liter Per Second) atau sebesar 4.320 m3 perhari. Kapasitas tersebut akan terus ditingkatkan hingga mencapai 150 LPS. 

Sementara itu, dalam rangka HUT ke 30, perusahaan BUMN tersebut menggelar program ''Rumah Bagi Karyawan BUMN dan Masyarakat 2018''.  Total dana yang dikucurkan untuk program rumah bagi karyawan BUMN 2018 ini mencapai Rp90 juta. Selain renovasi rumah, PT KIW juga menggelar acara lain berupa donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Jumlah pendonor yang berpartisipasi dalam kegiatan ini  sebanyak 200 orang. Sasaran kegiatan ini meliputi seluruh insan perusahaan PT KIW, karyawan tenant dan masyarakat sekitar.  Adapun pada puncak acara akan diselenggarakan Business Gathering dan Resepsi di Hotel Patra Jasa Semarang pada 15 Oktober mendatang. Rencananya acara dihadiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, pada 15 Oktober 2018 mendatang. 

Rachmadi berharap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT KIW ini mampu memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat sekitar maupun KIW. 
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar

-->