>

Hendi: Smart City Bukan Cuma Sistemnya Saja, Masyarakat juga Harus Smart

  Rabu, 10 Oktober 2018   Arie Widiarto
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menyampaikan paparan pada Forum Group Discussion (FGD) tentang Smart City di Situation Room Balai Kota Semarang. (Arie Widiarto/Ayosemarang)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM--Smart city(kota cerdas) tak sekadar mengandalkan penerapan teknologi informasi yang canggih, melainkan mengedepankan pelayanan masyarakat yang cepat dan baik. Masyarakatnya pun diharapkan lebih smart.

"Smart city bukan hanya sistemnya saja yang harus disiapkan, namun masyarakat juga harus diajak untuk smart. Kalau tidak, maka hanya akan menjadi slogan, hanya jadi seremoni," ungkap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Rabu (10/10/2018).

Untuk itu, pihaknya melakukan sosialisasi secara masif. Hendi, sapaan dia, beserta jajarannya terus mensosialisasikan program smart city kepada masyarakat seperti, Lapor Hendi, e-Government dan program layanan masyarakat lainnya.

Meski demikian, Hendi mengaku timnya seringkali kewalahan ketika sedang melakukan pengecekan di lapangan terkait dengan laporan yang masuk baik melalui Lapor Hendi maupun Call Center 112. Dalam sehari, Call Center 112 menerima sebanyak 500-600 aduan. Namun, hanya 30 persen yang valid.

"Jadi saya rasa, bagaimana kemudian untuk menata kota cerdas ini, juga harus menata masyarakatnya supaya menjadi masyarakat yang memang paham dan bisa menerima kemajuan ini untuk konteks pengembangan dan pembangunan Semarang menjadi lebih baik dan hebat," jelasnya.

Komitmen Pemerintah Kota Semarang menjadi bagian dari smart city di dunia juga terus dibuktikan. Salah satu buktinya dengan menggelar dalam Forum Group Discussion (FGD) di Situation Room Balai Kota Semarang, Selasa (9/10/2018). FGD tersebut menjadi permulaan awal dari empat agenda lainnya selama empat hari ke depan di Kota Semarang.

Dalam kesempatan FGD tersebut, hadir sejumlah pembicara ahli antara lain Ketua Asosiasi Inisiatif Kota Pintar prof Suhono H Supangkat yang dikenal sebagai bapak Indonesia Smart City, Peneliti dan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Arry Ahmad, Ketua Jaringan Smart City Kok-Chin dan Mitra dari Eden Strategy Institute Calvin Chu.

Hendi mengatakan, dalam pengembangan smart city, hal terbaik adalah belajar dari pengalaman. Hendi berharap dengan didatangkannya para ahli, Kota Semarang dan beberapa Kota/Kabupaten yang turut hadir dalam lokakarya tersebut menjadi lebih mengerti bagaimana mengelola tantangan dan hambatan yang ada.

Terkait keterlibatan Kabupaten dan Kota lain, ia menyebukan ini menjadi sebuah kolaborasi dengan tujuan meningkatkan pembangunan di Provinsi Jawa Tengah. Hendi mencontohkan pengalaman DKI Jaya. Berkembangnya Jabodetabek, menjadikan DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Provinsi pun semakin maju.

"Dengan melibatkan wilayah Kabupaten dan Kota, kemudian mereka bisa melakukan percepatanpembangunan, yang paling merasakan manfaatnya selain wilayah tersebut, ya Kota Semarang, karena Semarang adalah ibu kota Provinsi yang kebetulan interland mereka," paparnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar