>

Pendeta se Indonesia Gelar Rakernas di Semarang

  Rabu, 10 Oktober 2018   Arie Widiarto
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima cenderamata dari Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia, Harsanto Adi pada pembukaan Rakernas di Star Hotel Semarang, Rabu (10/10/2018). (Arie Widiarto/Ayosemarang)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG- Sebanyak 142 pendeta dari berbagai daerah di Indonesia hadir di Star Hotel Semarang, Rabu (10/10/2018) untuk mengikuti rapat kerja nasional (Rakernas) 2018.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo secara resmi membuka acara tersebut.

Hadir pula sebagai pembicara anggota dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang juga merupakan mantan Ketua Mahkamah Agung, Mahfud MD.

Ganjar Pranowo dalam sambutannya meminta pendeta tidak hanya berbicara surga neraka, perbuatan baik dan buruk saja. Melainkan juga menyampaikan ajakan yang mendukung program pemerintah.Seperti misalnya ia mencontohkan apa yang sudah dilakukannya baru-baru ini. Yaitu mengajak para orang tua memberikan imunisasi kepada anak.

Bahkan Jateng berhasil menjadi juara pertama provinsi di Indonesia dengan tingkat kesadaran imunisasi tertinggi. Capaian tersebut menurutnya tak terlepas dari keterlibatan tokoh agama. Serta pihak lain yang terlibat seperti pakar hukum, aparat keamanan, pakar kesehatan dll.

"Sehingga ketika sosialisasi diberikan tidak ada lagi yang bisa membantah pentingnya imunisasi," kata Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga mengajak para tokoh agama, khususnya pendeta jangan sampai mengucap dan memberikan ujaran kebencian kepada umat. Sebab perlu disadari bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan dari berbagai keragaman, baik adat istiadat maupun keyakinan.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia, Harsanto Adi menambahkan, rapat kerja kali ini berisikan tiga agenda besar, yang pertama pembinaan dan pembekalan agar memiliki informasi yang sejajar.
Sebab, menurutnya, peserta rakernas kali ini tidak semua berasal dari kota besar. Sehingga perlu adanya kesamaan pandangan.

"Indonesia mengalami beberapa ancaman seperti narkoba , korupsi, teroris, sekarang ancaman Pancasila sehingga kesamaan visi dan misi ini penting," ujarnya.

Agenda berikutnya adalah membahas masalah organisasi dan sebagai ajang silaturahmi yang selama ini hanya menggunakan WhatsApp grup.

"Diadakan di kota Semarang karena berada di tengah-tengah. Nanti bapak ibu juga bisa jalan jalan. Karena Semarang ini kaya akan tempat bersejarah," imbuhnya.

Ketua Panitia Bambang Mulyono menjelaskan rapat kerja nasional Asosiasi Pendeta Indonesia (API) berlangsung selama tiga hari, 9-11 Oktober 2018 di Star Hotel Semarang. Tema yang diusung adalah "Giatlah dalam Pekerjaan Tuhan untuk menerangi Indonesia".

Tema tersebut dipilih karena sebagai tokoh agama memiliki peran menjadi garda terdepan terwujudnya Indonesia damai. Rakernas diikuti 142 pendeta pengurus DPD dan DPC dari berbagai daerah di Indonesia.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar