>

Jateng Raih Penghargaan Pemanfatan Teknologi Nuklir

  Rabu, 10 Oktober 2018   Arie Widiarto
(Dari kiri ke kanan) Direktur Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif Zainal Arifin, Deputi Perizinan dan Inspeksi BAPETEN Khoirul Huda, Kepala BAPETEN Jazi Eko Listyanto, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng Teguh Dwi Paryono saat jumpa pers di Hotel Novotel, Rabu (10/10/2018). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) memberikan penghargaan Safety and Security Award (BSSA) kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas kinerjanya dalam pemanfaatan teknologi nuklir. Provinsi ini dinilai pantas menerima BSSA lantaran memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan teknologi nuklir.

"Perlu diketahui, nuklir tak hanya  soal reaktor atau pembangkit. Tapi karena penerapannya juga pada berbagai bidang seperti medis, industri, juga riset," kata Kepala BAPETEN Jazi Eko Listyanto  usai pascaacara penganugerahan BSSA Tahun 2018 di Hotel Novotel, Semarang, Rabu (10/10/2018).

AYO BACA : Bahas Pemanfaatan Nuklir, Peneliti dari 12 Negara Kumpul di Undip

Ia menjelaskan anugerah BSSA memiliki beberapa kriteria penilaian. Dalam hal ini, BAPETEN sudah melakukan inspeksi pada sejumlah fasilitas yang diketahui memanfaatkan teknologi nuklir.

Misalnya seperti proses perizinan, status kedaruratan nuklir di instansi terkait. Juga tinggi rendahnya dosis radiasi bagi pekerja di fasilitas tersebut. "Kalau baik, nanti diberi stiker BAPETEN warna hijau yang artinya baik. Kuning untuk baik dan merah tidak baik," jelas Jazi.

AYO BACA : Pertamax Naik Jadi Rp 10.400 per Liter

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jateng Teguh Dwi Paryono mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada BAPETAN ini. Termasuk upaya dari lembaga tersebut dalam mensosialisasikan penggunaan tenaga nuklir yang masih kerap disalahartikan konotasinya dengan bahaya radioaktif dan bom atom.

"Atom dan radiokatif, sebenarnya masyarakat tak bisa lepas dari dua hal itu. Masyarakat tanpa sadar saja sudah memanfaatkannya seperti kosmestik dokter gigi. Kemudian mencari sumber mata air. Ke depan akan ditekankan lagi edukasi misal untuk sektor pertanian, yang mana bisa mempercepat pertumbuhan suatu varietas dan hasilnya juga baik," jelasnya.

BAPETEN telah melaksanakan penganugerahan BSSA kepada pengguna sebanyak empat kali. Adapun untuk kepala daerah baru kali kedua. Pada tahun 2018 ini, BAPETEN menganugerahkan BSSA kepada 311 instansi, terdiri atas 147 instansi medik, 164 instansi penelitian dan industri.

Selain Jawa Tengah, provinsi lain penerima BSSA antara lain Kalimantan Timur, Yogyakarta, Banten, Kepulauan Riau, dan Riau. Sedangkan kepala daerah pada tingkat kabupaten/kota yang mendapat penghargaan itu meliputi Kota Batam, Kabupaten Bekasi, Kota Jakarta Timur, Kabupaten Karawang, dan Kota Surabaya.

AYO BACA : Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Kota Semarang Kamis Siang


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar