>

Warga Antusias Ikuti Flashmob Indonesia Menari di Taman Indonesia Kaya

  Minggu, 14 Oktober 2018   Arie Widiarto
Ratusan warga menari bersama di Taman Indonesia Kaya Semarang, Minggu (14/10/2018). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Sekitar 300 warga Semarang antusias mengikuti flashmob Indonesia menari yang digelar di Taman Indonesia Kaya Jalan Menteri Supeno, Semarang, Minggu (14/10/2018). Warga yang dipandu oleh seorang penari dari atas panggung seni mengikuti gerak pemandu tari.

Gerakan tari ini memadukan tari tradisional dan modern. Lagu pengiring yang digunakan pun berasal dari lagu-lagu daerah seperti Soleram (Riau) Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan), Cublak-Cublak Suweng (Jateng) dan Yambe Ramko (Papua).

"Kegiatan ini bagian dari rencana gelaran Indonesia menari yang akan diselenggarakan pada 11 November 2018 di 4 kota di Indonesia, yaitu di Grand Indonesia Jakarta, 23 Paskal Bandung, Mall The Park Solo, dan Taman Indonesia Kaya Semarang," ungkap Program Asociate Bakti Djarum Foundation
Teguh Abratama ditemui di Taman Indonesia Kaya Semarang.

Ia menjelaskan kegiatan yang digelar di taman yang baru diresmikan beberapa hari tersebut juga sebagai ajang pemanasan bagi para peserta Indonesia menari asal Semarang yang sudah mendaftar melalui email. Para peserta tersebut kemudian mendapat semacam pelatihan dari koreografer.

Khusus di Semarang, lanjut dia, sudah ada 250 peserta yang mendaftar lewat email. Mereka kemudian dipanggil untuk ikut dalam pelatihan ini," jelasnya.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation

Renitasari Adrian menambahkan Indonesia Menari 2018 yang bertujuan mendekatkan masyarakat Indonesia dengan tarian tradisional yang dikemas secara modren. 
Kegiatan Indonesia menari, lanjut dia, sudah rutin dilakukan sejak tahun 2012 ini menargetkan sekitar 4.500 peserta di 4 kota di Indonesia.

AYO BACA : Taman Indonesia Kaya Semarang Diresmikan

Para peserta yang terdiri dari perorangan, berbagai komunitas generasi muda, sanggar tari, komunitas pecinta tari, sekolah dan universitas di Indonesia ini akan bersama-sama menari dan menunjukkan kemampuan mereka untuk memperebutkan total hadiah Rp300 juta.

“Setelah digelar secara serempak di 3 kota tahun lalu, ada banyak permintaan dari para pecinta seni untuk menyelenggarakan Indonesia Menari di daerahnya dan itu merupakan suatu penghargaan bagi kami karena ternyata apa yang sudah kami lakukan di Jakarta juga menarik minat teman-teman dari daerah lain. Di tahun ke-7 penyelenggaraan Indonesia Menari ini, kami menambah satu kota lagi, yakni Semarang tepatnya di Taman Indonesia Kaya yang baru saja diresmikan pada 10 Oktober yang lalu," katanya

Ia menyebutkan, sejak pendaftaran Indonesia Menari 2018 dibuka, antusiasme masyarakat kian meningkat setiap harinya. "Kami harap Indonesia Menari 2018, semakin banyak menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda untuk mencintai ragam musik dan tarian daerah,” ujar dia.

Pendaftaran Indonesia Menari 2018 yang telah dibuka sejak 25 September 2018 di website www.indonesiakaya.com hingga 26 Oktober 2018 atau hingga target kuota terpenuhi. Pendaftaran ini gratis tanpa pungutan biaya dan terbuka untuk umum, baik bagi para peserta yang ingin mendaftarkan komunitasnya, maupun para peserta yang ingin mendaftar secara perorangan. Untuk pendaftar atas nama komunitas minimal membawa 5 orang peserta dan maksimal membawa 7 orang peserta.

Tidak ada rentang umur bagi peserta, selama masih bisa mengikuti koreografi Indonesia Menari 2018 dengan sempurna. Namun, bagi peserta anak-anak wajib ditemani oleh pendamping.

"Untuk kostum tahun ini, seluruh peserta diwajibkan menggunakan tema etnik modern yang memberikan kebebasan bagi para peserta untuk menggunakan kreatifitas masing-masing selama tidak akan mengganggu peserta lainnya," ucapnya.

Tahun ini, Indonesia Menari 2018 dikonsep oleh Ufa Sofura yang telah menggeluti dunia tari sejak usia 17 tahun. Para peserta dapat menyaksikan tutorial
gerakan Indonesia Menari 2018 melalui www.indonesiakaya.com/indonesiamenari/2018/tutorial.

AYO BACA : Hendi: Smart City Bukan Cuma Sistemnya Saja, Masyarakat juga Harus Smart


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar