>

Leprid Serahkan 7 Rekor Baru

  Minggu, 14 Oktober 2018   Arie Widiarto
Direktur Leprid Paulus Pangka menyerahkan sertifikat rekor kepada pemrakarsa acara di Halaman Balai Kota Semarang, Minggu (14/10/2018). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) memberikan tiga rekor sekaligus untuk satu kegiatan yang digelar di Halaman Balai Kota Semarang, Minggu (14/10/2018).

Rekor tersebut adalah lomba lari oleh peserta alumni SMA Kolose Loyola dengan jumlah angkatan terbanyak, kampanye 4 pilar kebangsaan dalam merajut persaudaraan dengan jumlah peserta terbanyak dan Gamelan Supra SMA Kolose Loyola sebagai gamelan kromatis bernada diatonis pertama di dunia.

AYO BACA : Guru Sekolah NU Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Direktur Leprid Paulus Pangka menjelaskan pada lomba lari lomba lari oleh peserta alumni SMA Kolose Loyola diikuti oleh 42 angkatan dari angkatan 1967-2017. Kemudian pada lomba lari kampanye 4 pilar kebangsaan diikuti oleh 1.066 peserta. Adapun untuk Gamelan Supra mendapat rekor karena unik yang bisa memainkan 7 not atau diatonik.

"Kami berkesimpulan, kegiatan yang dilaksanakan hari Minggu secara bersamaan ini merupakan rekor baru yangbelum pernah dilakukan oleh pihak mana pun di dunia," ungkap Paulus.

AYO BACA : Warga Antusias Ikuti Flashmob Indonesia Menari di Taman Indonesia Kaya

Khusus untuk lomba lari yang diadakan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah bekerja sama dengan Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia (AAJI) bertajuk Lari Love 4 Republik Indonesia (L4RI.RUN) 10K dan 3K dimaksudkan untuk merajut persaudaraan antaragama.

Ketua Panitia, Hendy Hermawan mengatakan, tingginya animo masyarakat untuk mengikuti event ini menunjukkan keinginan masyarakat untuk ikut serta berperan dalam menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan di Indonesia.

"Peserta, tidak hanya berasal dari Kota Semarang saja. Akan tetapi justru didominasi peserta yang berasal dari luar kota. Bahkan beberapa di antaranya ada yang berasal dari negara tetangga," jelasnya.

Sekretaris panitia, Rikza Chamami menjelaskan, kegiatan ini membawa misi mengajak masyarakat khususnya pemuda untuk menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan antar umat beragama. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapan menjadi contoh bahwa keberagaman yang ada di Indonesia bisa memberi dampak positif.

"Selain bertema Merajut Persaudaraan, kegiatan ini juga sekaligus bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata di Kota Semarang," jelasnya.

AYO BACA : Aneka Permainan Anak Tradisional Ramaikan Lawang Sewu


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar