>

Jangan Larang Anak Main Gadget, tapi Bekali dengan Iman

  Minggu, 14 Oktober 2018   Arie Widiarto
Guru Besar UIN Walisongo Semarang Prof Dr KH Imam Taufiq MAg saat memberikan tausiyah di Pengajian Ahad Pagi Bersama (PAPB), di halaman SMP IT PAPB Palebon, Semarang, Minggu (14/10/2018). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

PEDURUNGAN, AYOSEMARANG.COM -- Kini tidak zamannya lagi melarang anak-anak bermain gadget sebab memang sudah era nya. Namun yang perlu dilakukan adalah membekali mereka denga mereka iman dan ilmu.

Hal itu diungkapkan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Prof Dr KH Imam Taufiq saat memberikan tausiyah di Pengajian Ahad Pagi Bersama (PAPB) di halaman SMP IT PAPB Palebon, Semarang, Minggu (14/10/2018).

Hadir dalam pengajian tersebut Ketua Umum Yayasan Amal PAPB Semarang Prof Ali Mansyur, Sekretaris Sayuti, Kepala SMP IT PAPB Semarang Ramelan, jajaran pengurus, jamaah PAPB, orang tua serta siswa-siswi SMP IT PAPB.

Dalam tausiyahnya, Wakil Rektor II UIN Walisongo menjelaskan, pembelajaran mengenai mendidikan anak agar bertauhid itu bisa dikaji dalam surat Lukman.

AYO BACA : Kemampuan Soft Skill Lebih Dibutuhkan

"Ngajari wedhi karo pengeran iku angel” (mengajari takut kepada Tuhan itu sulit)," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, potensi sistem belajar melalui jalur menguatkan aspek keimanan harus menjadi prioritas semuanya.

Ia juga menjelaskan, bahwa mendidik anak kalau mau merujuk Alquran tentang pendidikan, yang bisa menjelaskan salah satunya adalah surat Lukman. Karena isinya mengajarkan tentang tauhid, soal pendidikan, tata krama, menghormati kedua orang tua, dan apa saja terkait hubungan guru, anak dan orang tua.

Tentang surat Lukman pelajaran utama adalah tentang ajakan untuk tidak menyekutukan Allah. Terlebih hal itu sebagai dosa besar. Dari ayat itu juga, hal utama yang ditanamkan adalah bagaimana persoalan tauhid (iman) menjadi pondasi bagi anak.

AYO BACA : Leprid Serahkan 7 Rekor Baru

"Mengarungi dunia serumit dan sekomplek, sesulit apapun kalau anak-anak itu punya iman, punya tauhid semua gampang digapai. Pasti akan lolos. Karena tauhid itu mengajarkan hanya kepada sang khaliq, kita berdoa, mengabdi, dan meminta," paparnya.

Adapun yang lain, lanjut dia, hanya mendukung. "Maka mencari ilmu yang bermanfaat, mintanya langsung kepada Allah melalui wasilah guru agar tidak sulit memperoleh ilmu yang bermanfaat," jelasnya.

Ia menambahkan pelajaran selanjutnya dalam surat Lukman adalah perintah mendirikan salat. Terlebih Imam al-Alusi dalam tafsirnya menyebutkan, janganlah mengakhirkan salat, istirahatkan semua urusannya untuk salat, dan salatlah dengan berjamaah.

"Untuk itu, mari berrefleksi bagaimana salat kita, apakah sudah dilakukan minimal tepat waktu, karena untuk bisa membangun karakter anak yang baik, punya mentalitas yang benar, mengokohkan tauhid yang kuat, caranya lewat ibadah (salat). Bila anak-anak sejak dini dilatih salat disertai tepat waktu, latihan husuk, dan dilakukan berjamaah, pasti itu garansi anak yang saleh. Itu karena ibadah (salat) nya bagus," paparnya.

Di akhir ulasan, Imam juga menyebut bahwa kita diperintah pula untuk melaksanakan hal-hal yang baik, dan mencegah berbuat kejelekan. "Menjadi orang baik itu mudah, yang sulit itu adalah memerintahkan berbuat baik atau memperbaiki. Jangan hanya tinggal diam begitu saja ditengah kondisi seperti ini, justru tugas kita adalah memberi tahu, mengingatkan bahwa hal itu salah ataupun dilarang kepada siapapun," jelasnya.

AYO BACA : Telkomsel Indonesia Next Tajamkan Kompetensi Mahasiswa


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar