>

Mahasiswa UPGRIS Belajar Wirausaha dari Raja Cendol

  Senin, 15 Oktober 2018   Arie Widiarto
Pengusaha cendol Danu Sofwan menyampaikan paparan di hadapan 1.200 mahasiswa UPGRIS. (ayosemarang.com/Arie Widiarto)

SEMARANG TIMUR, AYOSEMARANG.COM -- Pengusaha muda yang sukses dengan bisnis cendolnya, Danu Sofwan berbagi kiat menjadi wirausaha di hadapan 1.200 mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Pengusaha yang memiliki omzet usaha hingga miliaran rupiah per bulan ini menekankan pentingnya kerja keras dan konsistensi jika ingin menjadi wirausaha sukses.

"Kalau mau sukses ya harus mau kerja keras. Kemudian konsisten dalam menjalankan usaha, jangan setengah-setengah. Kalau kemudian gagal itu sudah menjadi hal biasa, jangan patah semangat," ungkap Danu Sofwan saat menjadi pembicara dalam seminar nasional kewirausahaan dengan tema digital entreprenuer di era milineal yang digelar di Balairung Kampus UPGRIS, Semarang, Senin (15/10/2010).

Seminar yang diselenggarakan oleh koperasi mahasiswa UPGRIS tersebut dibuka oleh Rektor UPGRIS Dr Muhdi dan dihadiri Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Rully Nuryanto.

Dalam kesempatan tersebut, Danu menceritakan bagaimana awal membangun usaha dengan perjuangan yang tidak mudah. Ia sempat berada di titik terbawah saat sang Ayah bangkrut. Akibatnya, ia tidak bisa melanjutkan kuliah.

"Bahkan, untuk makan pun ketika itu juga susah," ujarnya.

Melihat kondisi yang serba sulit, Danu kemudian berkeinginan bangkit dan membangun sebuah usaha. Saat itu yang ada dipikirannya adalah mengangkat kuliner Indonesia yang terpinggirkan dan tertuju pada cendol.

Meskipun modal sama sekali tidak punya, Danu tak lantas menyerah. Segala macam pekerjaan pun dilakoninya, termasuk menjadi  kuli angkut pasir. Dari hasil kerja serabutan ini, Danu mendapat modal untuk mendirikan satu outlet untuk jualan cendol. Namun, banyak tantangan yang harus dihadapi demi mencapai impiannya berhasil di bisnis cendol ini.

"Jangan dibayangkan langsung bisa berkembang seperti sekarang. Boleh memiliki cita-cita yang indah, tetapi juga harus siap ketika ada hadangan," jelasnya.

Ia memaparkan kiat dalam menjalankan bisnisnya, yaitu konsisten, jangan pernah berhenti belajar, serta selalu jaga silaturahmi. "Karena dengan tiga hal ini saya bisa bisa menjadi seperti saat ini. Bangun jaringan dengan siapapun, jangan pilih-pilih teman," ujarnya.

Kerja kerasnya kini membuahkan hasil. Hingga kini dengan nama dagang Randol, Danu sudah lebarkan sayap bisnisnya dengan konsep waralaba hingga 800-an outlet di seluruh Indonesia.

Terkait tantangan di era milineal ini, Danu menyatakan, di zaman disrupsi teknologi saat ini, cepat tanggap dan beradaptasi gunakan strategi memanfaatkan dunia digital juga menjadi hal penting. Cara mudah untuk manfaatkan dunia digital sebagai alat pemasaran adalah dengan membuat alat tingkatkan keterlibatan konsumen dengan produk.

Ia menyarankan untuk memulai usaha tanpa modal. Para mahasiswa juga bisa memulai berlatih jalankan bisnis dengan sederhana sebagai dropshipper atau reseller untuk melatih aspek pelayanan.

Rektor UPGRIS Muhdi memaparkan perkembangan teknologi digital di Indonesia telah melahirkan usaha baru yang dikenal dengan digipreneur. Peluang inilah yang bisa digarap oleh para mahasiswa.

"Koperasi mahasiswa meski selama ini dikenal sebagai usaha konvensional, tetapi sebenarnya juga bisa mengembangkan sayap usaha dengan memanfaatan dunia digital. Justru dengan potensi anak-anak muda, kami yakin koperasi mahasiswa akan semakin eksis di era teknologi informasi ini," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut ia memaparkan keuntungan lain dalam berwirausaha di usia muda adalah mereka begitu dekat dengan teknologi terkini. Perkembangan teknologi yang kian pesat seperti sekarang ini, membuat para pelaku wirausaha dapat mendapatkan kemudahan dari segi akses internet sebagai media pemasaran, promosi, atau berbisnis.

"Di usia yang relatif muda, tentunya dapat memahami selera pasar seusia. Milenial dengan baik mengenal selera anak muda, serta memahami apa yang sedang menjadi tren, atau yang akan menjadi trendsetter," ujarnya.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar