PKS Semarang Selidiki Kasus Perselingkuhan Kadernya

  Kamis, 01 November 2018   Arie Widiarto
Ilustrasi Selingkuh

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM--Seorang anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS berinsial IM dipecat setelah diduga berselingkuh dengan caleg Gerindra berinsial RN.

AYO BACA : Tantangan Makin Berat, Unpand Tambah Pejabat Struktural

Ketua DPD PKS Kota Semarang, Ari Purbono mengungkapkan pemecatan merupakan salah satu pilihan partainya agar tidak mencoreng nama partai serta memudahkan proses penyelidikan atas kasus tersebut.

"Itu semua permintaan dari DPW PKS dicopot jabatan mulai dari pengurus dan sebagainya tujuannya agar tidak mengganggu proses," katanya, Kamis (1/11/2018).

Ia menuturkan kasus perselingkuhan itu saat ini sedang diselidiki oleh internal PKS.
Saat ini partainya sedang melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) sejak seminggu lalu.

Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih membenarkan rekomendasi pemecatan berasal darinya. Menurut dia, sudah ada kesepakatan antara kadernya bila ada yang terseret kasus susila, perselingkuhan korupsi harus ditindak tegas.

“Jelas kita harus hati-hati menangani kasus ini. Sebab dia punya keluarga dan tentunya mereka harus siap tanggung jawab,” tuturnya.

Kasus tersebut mencuat diawali dengan adanya laporan yang mengatasnamakan Perempuan Indonesia Raya (PIRA) yang mengadukan perbuatan asusila antara caleg dari Partai Gerinda dan pejabat Kota Semarang dari PKS. Screenshoot berupa chat dan foto mesum yang mirip keduanya yang beredar di masyarakat.

Ketua DPD Partai Gerindra Abdul Wachid menyatakan belum membaca surat dari Perempuan Indonesia Raya Kota Semarang yang disampaikan ke DPD Partai Gerindra, terkait dengan aduan RN.

“Saya belum baca surat aduannya itu. Nanti akan saya tanyakan kepada bagian seleksi caleg,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekarang ini memang daftar calon tetap (DCT) telah ditetapkan oleh KPU dan tidak bisa lagi dilakukan penggantian caleg. Tapi untuk pelantikan, partai masih memiliki kewenangan.

“Ya kalau sekarang silahkan berjalan dulu pencalonannya. Karena memang belum ada kekuatan tetap. Tapi kalau terbukti melakukan asusila, maka yang bersangkutan tidak akan dilantik kalau sampai terpilih. Tapi semua ini menunggu klarifikasi yang bersangkutan," jelasnya.

Sementara IM maupun RN sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi. 

AYO BACA : Tiga Inspirator Muda Berbagi Trik Bisnis di Era Digital


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar