Vihara Watugong, Wisata Religi dengan Pagoda Tertinggi di Indonesia

  Sabtu, 10 November 2018   Arie Widiarto
Vihara Watugong, Wisata Religi dengan Pagoda Tertinggi di Indonesia

BANYUMANIK, AYOSEMARANG.COM- Wisata religi di Kota Semarang tak hanya  Klenteng Sam Poo Kong atau Masjid Agung Jawa Tengah saja.  Ada satu tempat wisata religi untuk umum di daerah atas Kota Semarang yang bisa  dikunjungi yakni Vihara Buddhagaya Watu Gong.

Vihara seluas 2,2 hektare ini berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung,Banyumanik, Semarang, tepatnya depan markas Kodam IV Diponegoro. 

Memasuki kawasan Vihara terasa sejuk karena berada di kawasan atas Kota Semarang. Pengunjung pun tidak perlu khawatir dengan tempat parkirnya karena cukup luas dan bayarnya pun sukarela.

Selain itu, berbeda dengan tempat-tempat wisata lain di kota Semarang, Vihara Buddhagaya ini tidak menarik harga tiket masuk bagi para pengunjung. Hal ini diterapkan karena semua pengunjung yang datang ke Vihara dianggap sebagai saudara.

“Kami sudah diajarkan sejak dulu untuk kembangkan cinta kasih kepada siapapun, berilah kesempatan mereka yang mau hadir disini, terimalah dengan penuh bahagia, kita semua bersaudara. Silakan menikmati pemandangan di sini tanpa tendensi apa pun,'' kata Ketua Yayasan Buddhagaya Watugong Halim Wijaya, Sabtu (10/11/2018).

Di lokasi ini terdapat sebuah batu alam asli yang berbentuk menyerupai Gong berukuran cukup besar. Nama “Gong” sendiri dipakai untuk nama kawasan di sekitar vihara yang oleh warga Semarang biasa disebut Watugong.

Bangunan Vihara Buddhagaya ini berdiri pada tahun 1954 dan pada 2006 dirikan Pagoda yang  diberi nama Pagoda Avalokitesvara. Pagoda yang memiliki tinggi 45 meter inilah yang menjadi daya tarik wisatawan.

Pagoda Avalokitesvara terdiri atas 7 tingkat yang menyempit ke atas. Tujuh tingkat ini dimaknai sebagai kesucian yang akan dicapai oleh pertapa. Pagoda Avalokitesvara yang identik dengan perpaduan warna merah dan kuning khas bangunan Tiongkok ini diresmikan oleh MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia pada tahun 2006.

Ciri khas lain adalah adanya Pohon Bodhi (Ficus Religiosa) yang ada di pelataran Vihara Buddhagaya. Pohon ini ditanam oleh Bhante Naradha Mahathera yang dibawa dari Srilanka pada tahun 1955. Pohon Bodhi yang memiliki akar kuat dan daun lebat ini juga menjadi pusat acara setiap kali ada perayaan Waisak.

Di kawasan wisata ini pengunjung dapat melihat sekaligus berfoto dengan patung Budha sedang tidur yang konon posisi tidur sang Budha ini adalah ketika meninggal dunia. Di depannya terdapat 8 tugu yang merupakan ajaran agama Budha yang tertinggi.

Disini juga terdapat gedung yang cukup besar terdiri dari 2 lantai, lantai 1 untuk rapat dan pertemuan, dan lantai atas untuk sembahyang umat Budha dapat menampung kurang lebih 1.000 umat. Gedung ini dikenal dengan nama Gedung Dhamasala. 

Gedung ini memang menyerupai bangunan dari negara Thailand yang dapat dilihat dari atapnya yang lancip serta ujung-ujung atapnya yang mengukir. Gedung ini juga sering dipakai untuk acara-acara yang mendatangkan tokoh-tokoh dari berbagai  agama untuk acara diskusi.

Banyak sisi-sisi menarik yang dapat dijadikan spot berfoto di kawasan Vihara Buddhagaya Watu Gong ini. Semua unsur di bangunan ini juga memiliki makna, termasuk dinding sekeliling vihara. Dindingnya dihiasi relief Paticca Samuppada, yaitu relief yang menceritakan tentang proses hidup manusia dari mulai lahir hingga meninggal.

Namun, pengunjung mesti tetap memperhatikan peraturan-peraturan yang ada utamanya lokasi ini adalah untuk beribadah. Bagi warga luar kota, untuk menuju lokasi Vihara Buddhagaya ini cukup gampang. Jika dari bandara, perjalanan sekitar 45 menit dengan mobil ke arah Ungaran, atau jalan utama  menuju Solo – Jogja.

 


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar

-->