>

Siswa YPAC Semarang Juarai Kompetisi IT di India

  Jumat, 16 November 2018   Arie Widiarto
Siswa YPAC Semarang Bramudia Nur Alam (kanan) dan Keisa Fajar Putra Imanudin (kiri) berfoto pengurus yayasan di Gedung Wisma Bakti, YPAC Semarang, Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 4 Semarang, Jumat (16/11/2018).(Ayosemarang.com/Arie Widiarto)

AYO BACA : 100 Kartunis Dilibatkan Awasi Kampanye Pilkada 2019 di Jateng

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM--Bramudia Nur Alam (19) dan Keisa Fajar Putra Imanudin (15), dua siswa dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semarang berhasil menjuarai kompetisi berbasis teknologi bertajuk Global IT Challenge (GITC) for Youth with Disabilities 2018 yang berlangsung di New Delhi, India, baru-baru ini. Ajang tersebut diikuti peserta dari 18 negara di Asia-Pasifik dan Eropa.

Dalam kompetisi ini, keduanya mewakili Indonesia bersama anggota tim lain dari Indonesia berhasil menyabet juara 1 dalam bidang eCreatives Challenge. 

Alam yang gemar terhadap bidang IT ini sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD)  ini  empat hari tinggal di India untuk mengikuti lomba tersebut. Ia mengaku mendapat banyak pelajaran dan pengalaman.

"Kami diminta menyusun konsep game khusus disabilitas dan yang dinilai adalah kreativitasnya. Saya masih bersyukur memiliki tangan dan kaki. Banyak teman-teman saya di luar yang tidak lebih beruntung dibanding saya, tetapi memiliki keinginan dan kemauan kuat untuk terus berprestasi," tutur dia di Gedung Wisma Bakti, kompleks YPAC Semarang, Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 4 Semarang, Jumat (16/11/2018).

Ketua YPAC Semarang, Kastri Wahyuni mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya. Selama ini, pihaknya selalu menanamkan keyakinan bahwa mereka juga memiliki kelebihan dan kemampuan seperti halnya anak pada umumnya. 

"Kami selalu berusaha menggali potensi anak-anak. Meski disabilitas, mereka harus mempunyai kemampuan, paling tidak untuk mengurus diri sendiri, jangan sampai bergantung kepada orang lain," kata Kastri.

Anak-anak disabilitas, menurutnya, tidak selalu memerlukan belas kasih. Mereka justru lebih membutuhkan pelatihan dan dididik agar menjadi generasi yang mandiri.

Kejuaraan ini tersebut diselenggarakan pada Kamis (8/11/2018) hingga Senin (12/11/2018). GITC 2018 merupakan kompetisi berbasis teknologi informasi bagi para penyandang disabilitas dengan empat bidang lomba, yakni eLifemap Challenge, eTools Challeng, eContents Challenge dan eCreatives Challenge. Kompetisi yang diselenggarakan sejak 1992 memiliki misi meningkatkan aksesibilitas dan daya saing anak-anak. Tahun ini, Indonesia mengirimkan dua tim yang berjumlah delapan orang untuk mengikuti lomba secara individual maupun kelompok.

Tim yang dikirimkan merupakan anak-anak tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang merupakan penyandang tunanetra, tunarungu dan tunadaksa. Selama mengikuti kejuaraan, mereka didampingi Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Indonesia.

GITC 2018 diikuti oleh 18 negara dari Asia-Pasifik dan Eropa, di antaranya Korea Selatan, UAE, Malaysia, Tiongkok, India, Mongolia, Kazakhstan, Nepal dan negara lainnya.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar