8 Siswa SMKN Jateng Raih Nilai 100 Bahasa Indonesia dan Matematika

  Selasa, 14 Mei 2019   Arie Widiarto
Siswa-siswi SMK Negeri Jateng sujud syukur setelah pengumuman hasil UNBK di sekolahnya, Senin (13/5/2019). (istimewa)

SEMARANG UTARA, AYOSEMARANG.COM--Hasil tak akan mengkhianati usaha dan gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Kedua pepatah ini bak sebuah keniscayaan bagi delapan siswa kelas XII SMK Negeri Jawa Tengah.

Upaya keras mereka dalam belajar berbuah manis dengan perolehan nilai 100 pada dua mata pelajaran yang sering menjadi momok siswa saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/ SMK, yakni Bahasa Indonesia, dan Matematika.

Tiga siswa tercatat sukses menyabet nilai sempurna untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu Riska Yunita, Nadia Zulfa, serta Ragil Budianto. Lima siswa lainnya secara gemilang memperoleh nilai 100 untuk Matematika.

Mereka adalah Thowaf Adiarga, Anggi Dwiyanto, Maulana Afif, Herlambang Prasetyo, dan Galih Tegar Febianto. Bahkan, Thowaf Adiarga berhasil meraih peringkat pertama diantara rekan-rekannya dengan nilai total 369,5, hanya selisih 1,5 poin dengan raihan nilai Galih Tegar yang berada pada peringkat kedua.

AYO BACA : Sekolah Boarding Gratis Jateng Siap Tampung 264 Siswa Miskin

Kegemilangan delapan anak itu mewarnai kebahagiaan seluruh civitas akademika SMK Negeri Jateng. Sebanyak 177 siswa-siswi kelas XII yang mengikuti UNBK 2019 dinyatakan lulus 100 persen. Ucapan syukur diungkapkan Wakil Kepala Kurikulum SMK Negeri Jateng Semarang Drs Trubus MM, saat mengumumkan hasil UNBK di sekolahnya, Senin (13/5/2019).

“Tiga tahun berusaha keras dalam pendidikan, dan hari inilah yang ditunggu oleh kalian. Alhamdulillah 117 Siswa kelas XII SMK Negeri Jawa Tengah lulus semua,” ucap Trubus.

Ditambahkan, momen itu diharapkan dapat menjadi kejadian bersejarah bagi seluruh siswa kelas XII SMK Negeri Jateng untuk bersiap menapaki masa depan dengan segala tantangannya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri Jateng Semarang Yudi Wibowo menegaskan, tingkat kelulusan dan nilai sempurna anak didiknya layak diapresiasi. Namun, integritas siswa justru merupakan tolok ukur pembelajaran yang jauh lebih penting daripada keduanya untuk terus diterapkan.

“Persentase kelulusan dan nilai 100 bukan yang utama. Yang lebih utama (adalah) kejujuran dan integritas dalam mengerjakan ujian. Insya Allah integritas siswa kami dalam mengerjakan ujian mencapai 100 persen,” tandas Yudi. (kom)

AYO BACA : Kerja Sama dengan Perusahaan, Lulusan SMKN Jateng Langsung Kerja


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar

-->