Prabowo Diminta Terima Hasil Pemilu 2019

  Jumat, 24 Mei 2019   Adi Ginanjar Maulana
Grafis pemilu.(Attia)

KUPANG, AYOSEMARANG.COM--Pasangan capres-cawapres nomor 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diminta berlapang dada untuk menerima hasil Pemilu 2019.

"Menurut saya, jika bukti kurang, sebaiknya terima saja hasil pemilu, daripada gugat ke MK lalu kalah, jadinya kalah dua kali," kata Pengamat hukum tata negara dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr. Johanes Tuba Helan, Jumat (24/5/2019).

AYO BACA : Suara Masuk 91,32%, Prabowo-Sandi Raih 62 Juta Suara

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan sikap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang membatalkan rencana gugatan ke MK, Kamis dan disebut-sebut akan mendaftarkan gugatan pada Jumat ini.

Dia mengatakan, mencari keadilan adalah hak semua orang, termasuk pasangan calon yang tidak menerima kekalahan dalam sebuah konstetasi pemilu, tetapi tidak harus digunakan.

AYO BACA : Polda Metro Jaya Tarik Surat Penyidikan Kasus Makar Prabowo

"Jadi kalau hari ini Prabowo-Sandi tidak mau menggunakan haknya untuk mencari keadilan, maka sesuatu yang wajar dan itu berarti Prabowo-Sandi harus siap menerima hasil pemilu," katanya.

Dia menambahkan, Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai lembaga peradilan, bebas dan merdeka dalam menyelesaikan sengketa.

Di MK, hanya bukti yang bisa menentukan kalah atau menang sehingga pihak yang merasa dirugikan harus mempersiapkan bukti-bukti pendukung sesuai aturan.

Karena itu, kalaupun ada aksi massa yang berusaha menekan MK, tidak terlalu berpengaruh karena semua ditentukan, katanya.

Dalam hubungan dengan itu, maka jika Prabowo-Sandi tidak memiliki bukti yang cukup, maka sebaiknya menerima saja hasil pemilu, sehingga tidak kalah berkali-kali, kata mantan kepala Ombudsman Perwakilan NTB-NTT itu.

AYO BACA : Prabowo: Kami Menolak Semua Hasil Rekapitulasi Suara


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar

-->