>

Usung Makanan Organik, Javara Culture Cafe Lengkapi Kuliner Kota Lama

  Sabtu, 01 Juni 2019   Afri Rismoko
engunjung memilih menu organik di Javara Culture Cafe yang berlokasi di dekat Taman Srigunting, Kota Lama. (Afri Rismoko/Ayosemarang.com)

SEMARANG UTARA, AYOSEMARANG.COM- Javara Culture Cafe, berlokasi tepat di dekat Taman Srigunting, akan mewarnai pilihan kuliner di kawasan Kota Lama. Resto dan kafe yang menempati Gedung Samudra Indonesia itu, memiliki keunikan tersendiri, sebab semua menu makanannya serba Indonesia dan diproduksi tidak dengan bahan kimia atau organik.

Dindin Mediana, owner Javara Cultere Cafe mengatakan, selain makanan organik ada juga menu lainnya yakni, aneka jenis kopi Indonesia. Dia menerangkan, ada 12 jenis varian kopi.

“Biji kopi semuanya petik merah saat panen dari petani. Sehingga membuat kualitas terjamin karena organik,” ujarnya.

Dindin ingin, keberadaan Javara Culture Café bisa mengangkat originalitas kuliner asli Indonesia. Semua bahan asli Indonesia tidak ada yang impor.

“Jadi kalau cari menu salmon di sini tidak ada, tapi kalau udang, baramunli, tuna dan  hasil bumi asli Indonesia pasti disini ada," katanya.

Ia menjelaskan, Javara Cultere Cafe juga sebagai restoran pertama organik dan direct resource. Dengan cara membeli dari tempatnya langsung. Dia juga melihat cara tanam petani yang mensyaratkan harus organik.

“Jadi bahan-bahan itu sebelum dibuka di Semarang kita identifikasi potensi lokal dulu. Harus pakai bahan daerah lokal dan asli Indonesia. Termasuk kejunya, kita pakai keju Jogja yang buat orang Indonesia,” ucapnya.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Hevearita G. Rahayu mengatakan, Javara Cultere Cafe akan menjadi salah satu tempat kuliner terbaru di Kota Lama. Apalagi semua makanan berasal dari Indonesia.

“Kalau makanan lain atau kafe lain itu makanan western atau barat. Ini semua serba berbahan asli Indonesia,” katanya.

Ita yakin Javara Culture Cafe akan menjadi ikon kuliner Kota Lama. Sebab, selain didukung dengan bangunan heritage yang mewah dan klasik, makanannya juga sehat.

Ita yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Semarang itu mencontohkan, seperti pada menu pisang goreng di tempat tersebut dibuat tidak pakai tepung terigu. Melainkan dengan tepung sorghum sehingga membuat makanan lebih sehat dan renyah.

“Terigu itu import, sorghum asli Indonesia. Dan lebih sehat, ini digoreng juga pakai minyak kelapa,” katanya.

“Kafe di Kota Lama saat ini jumlahnya ada sekitar 15 tempat, ada Tekodeko, Hero Cafe, Filosofi Kopi, Covare. Nah Javara ini akan menjadi tambahan kafe yang berbeda dengan kafe lainnya dan memiliki segmen tersendiri. Ini akan jadi kafe unggulan di Kota Lama,” tandasnya.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar