Muhammadiyah Minta Masyarakat Selektif Atas Informasi di Medsos

  Kamis, 06 Juni 2019   M Naufal Hafizh
Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang Jumari menyampaikan khotbah Salat Idulfitri 1440 Hijriah di Lapangan Pemda di Jalan Kartini Muntilan, Kabupaten Magelang, Rabu (5/6/2019). (ANTARA/Humas PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang)

MAGELANG, AYOSEMARANG.COM—Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah meminta masyarakat membiasakan diri selektif terhadap berbagai informasi yang diterima terutama melalui media sosial.

"Masyarakat harus kritis. Carilah kebenaran bukan pembenaran," kata Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Jumari dalam keterangan tertulis yang diterima di Magelang, Kamis (6/6/2019).

Ia mengemukakan pentingnya masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tergesa-gesa menyebarkan setiap informasi yang diterima, khususnya melalui media sosial.

Sikap kritis dan selektif terhadap perkembangan informasi, ujar dia, menjadi syarat bagi terbentuknya masyarakat yang harmonis dan berkemajuan.

Ia mengemukakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berdampak semakin banyak pilihan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi dari sumber yang beragam.

Salah satu konsekuensi dari banyaknya informasi yang diterima, kata dia, ketika masyarakat tidak selektif, hal tersebut dapat menjadi ancaman bagi proses pembangunan karakter dan peradaban umat dan bangsa.

Ancaman tersebut, kata Jumari, yang juga Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang, perlu diantisipasi sebaik mungkin dengan senantiasa menumbuhkan sikap masyarakat yang selalu kritis dan selektif  terhadap setiap informasi yang diterima.

Ia menjelaskan, Islam memerintahkan setiap umat untuk senantiasa teliti terhadap setiap informasi yang diterima.

Ketika menjadi khatib Shalat Idulfitri 1 Syawal 1440 Hijriah di Lapangan Pemda di Jalan Kartini Muntilan, Kabupaten Magelang pada Rabu (5/6/2019), Jumari mengemukakan tentang pentingnya umat melakukan introspeksi dan perbaikan diri untuk membangun kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.

"Setiap hadirnya Idulfitri diharapkan mampu dijadikan momentum untuk introspeksi dan memperbaiki diri dalam segala bidang kehidupan," ujarnya.

Selain itu, katanya, setiap manusia selalu berusaha sebaik mungkin menjadi juru damai atas pihak-pihak yang bertikai.

"Setiap manusia selalu senantiasa berusaha menjadi juru damai bagi pihak yang bertikai secara adil, jujur, dan objektif," ujar dia.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar