Ini Komentar Grab dan Gojek Terkait Rencana Penghapusan Diskon

  Rabu, 12 Juni 2019   M Naufal Hafiz
Calon penumpang menunjukan tarif ojek daring di Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM—Grab dan Gojek sebagai aplikator layanan ojek daring memberikan pernyataan terkait rencana Kementerian Perhubungan RI untuk melarang diskon tarif ojek daring karena dapat menimbulkan persaingan tidak sehat.

Kemenhub menilai larangan diskon tarif tersebut untuk menghindari predatory pricing, memasang tarif serendah-rendahnya untuk menyingkirkan kompetitor.

"Harapan kami, apa pun keputusannya bisa dipertimbangkan secara holistik dari sisi pendapatan mitra, dari sisi konsumen dan keberlangsungan industri," kata VP Corporate Affairs Gojek, Michael Say, saat dihubungi Antara, Rabu (12/6/2019).

AYO BACA : Yamaha Investasi Dana di Grab Sebesar Rp2,1 Triliun

Gojek belum bisa memberi komentar lebih banyak karena larangan diskon ojek daring tersebut masih sebatas rencana. Gojek tidak ingin berkomentar sebelum melihat isi atau revisi peraturan tersebut.

Sementara itu, Grab menyatakan akan berkomitmen untuk mematuhi peraturan pemerintah yang telah ditetapkan.

"Terkait dengan aturan tersebut, kami percaya setiap kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah atas hasil diskusi dan pertimbangan secara matang yang akan memberikan keuntungan bagi semua pihak," kata Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno.

AYO BACA : Grab Cari 1.200 Mitra Terbaik

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta tidak ada lagi diskon tarif ojek daring karena hanya memberikan keuntungan untuk sementara.

"Diskon ini memang memberikan keuntungan sesaat, untuk jangka panjang itu membunuh. Itu yang kami tidak ingin terjadi," kata Budi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi pada Selasa (11/6/2019) menilai diskon tarif ojek daring saat ini sudah bukan lagi di jalur pemasaran, namun, predatory pricing.

Diskon tersebut mengubah sekma tarif batas atas dan batas bawah ojek daring.

AYO BACA : Kisah Rahmat, Driver Gojek yang Naik Kelas


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar

-->