Saat Putusan Sidang Sengketa Pilpres, Kominfo Minta Masyarakat Tak Sebar Hoaks

  Senin, 24 Juni 2019   Adi Ginanjar Maulana
Logo Kominfo

Pemerintah menyiapkan strategi untuk menangkal penyebaran hoaks.

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM--Kementerian Komunikasi dan Informasi meminta masyarakat tidak menyebarkan konten hoaks saat pengumuman hasil sidang sengketa Pilpres 2019 oleh Mahkamah Konstitusi.

"Tugas kita sama-sama, tidak perlu berandai-andai, kita jaga dunia maya, jangan memantik hoaks yang berkaitan dengan hasil pemilu dan juga jangan mengedarkan hoaks," kata Menkominfo Rudiantara ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta pada Senin (24/6/2019).

Menurut Rudiantara, menjelang pembacaan hasil sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 oleh MK pemerintah menyiapkan strategi untuk menangkal penyebaran hoaks.

Mahkamah Konstitusi pun memajukan jadwal pembacaan putusan untuk perkara perselisihan hasil pemilihan presiden dan wakil presiden (sengketa Pilpres) 2019, yang semula dijadwalkan pada Jumat (28/6) menjadi Kamis (27/6).

AYO BACA : BPN Tidak Instruksikan Mobilisasi Massa Jelang Putusan MK, Ini Alasannya

Jadwal pembacaan putusan akan digelar pada pukul 12.30 WIB.

Selain itu, Rudiantara menjelaskan seluruh masyarakat bertanggung jawab untuk turut menjaga dunia maya dari kabar bohong.

Dengan peran serta dan tanggung jawab dari masyarakat untuk tidak menyebar hoaks, maka pemerintah tidak perlu membatasi lalu lintas data di media sosial melalui internet dalam mencegah penyebaran hoaks maupun berita bohong.

Sebelumnya pada 22 Mei 2019, pemerintah membatasi akses data di media sosial untuk mencegah penyebaran kabar hoaks dan kabar bohong mengenai hasil Pemilu.

Hal itu meminimalisasi provokator menyebarkan gambar-gambar, meme, maupun video yang dapat membuat suasana memanas.

AYO BACA : Alasan Prabowo Tak Hadiri Sidang MK


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar