WPS Sunan Kuning Geram Nilai Uang Jaminan Hidup Berubah

  Kamis, 15 Agustus 2019   Afri Rismoko
Ratusan Wanita Pekerja Seks (WPS) lokalisasi Sunan Kuning saat acara validasi data WPS SK di Balai RW IV Argorejo, Kamis (15/8/2019). (Afri Rismoko/Ayosemarang.com)

SEMARANG BARAT, AYOSEMARANG.COM-- Wanita Pekerja Seks (WPS) di lokalisasi Sunan Kuning protes lantaran uang jaminan yang dijanjikan nilainya berubah-ubah. Hal itu diungkapkan Putri salah satu WPS saat acara validasi data WPS SK di Balai RW IV Argorejo, Kamis (15/8/2019).

“Dulu katanya nilainya dijanjikan Rp 10,5 juta, kok ini malah diberi Rp 5 juta, ya kurang to pak, sisanya kemana? Ini bagaimana??,” ujar Putri saat diberikan kesempatan bertanya.

Putri meminta yang ditutup hanya prostitusinya saja. Namun, untuk karaoke dia ingin tetap bisa beroprasi.

AYO BACA : Rapat Koordinasi Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu

“Katanya yang ditutup prostitusi bukan karaoke, tapi di luar sana kok banyak karaoke? Yang saya bingung itu, pada rapat pertama mau memberi uang Rp 10,5, tapi saat ini kok malah mau dikasih cuma Rp 5 juta aja,” imbuhnya.

Dian, salah satu WPS lainnya menegaskan jika yang ditutup prostitusi dan karaoke dia bakal unjuk rasa. Menurutnya, yang ditutup area tersebut hanya praktik prostitusinya saja.

Ia menyebut, Pemerintah harus dapat memegang janjinya. Sejak awal sosialisasi, Pemerintah akan menutup prostitusi. Dia pun bersedia jika prostitusi ditutup, namun dia meminta karaoke bisa tetap dibuka. 

AYO BACA : Usai Ditutup, Pemkot Akan Jaga Area Sunan Kuning

Pemerintah sebagai bapak, tentu pemerintah ucapannya bisa dipegang, yang ditutup prostitusinya, sementara karaoke harusnya bisa buka. Kalau ditutup semua, kami akan demo ya, setuju ya teman-teman?, katanya di hadapan ratusan WPS lainnya.

Iyaa setuju demo, jawab ratusan WPS yang membuat ruangan bergemuruh.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Tri Waluyo menampik isu yang beredar besaran tali asih sebesar Rp 10,5 juta. Selama ini, pihaknya belum pernah membeberkan jumlah nominalnya. 

Anggaran dana tali asih bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019. Sementara saat ini, hasil APBD-P baru diserahkan ke Gubernur Jawa Tengah untuk dilakukan evaluasi. 

Saya belum bisa sampaikan besaran dana tali asih karena ini masih proses. Kami tunggu dulu hasilnya, katanya.

AYO BACA : Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu Molor


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar