Tiga Tersangka Kerusuhan di Manokwari Diamankan

  Jumat, 23 Agustus 2019   Abdul Arif
Kondisi gedung DPRD Papua Barat yang terbakar pascakerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/02/2019). Suasana Manokwari mulai kondusif pascaaksi kerusuhan akibat kemarahan atas peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang. ANTARA FOTO/Tomi/pras.

MANOKWARI, AYOSEMARANG.COM--Kepolisian Daerah Papua Barat menangkap dan menahan tiga orang tersangka terkait kerusuhan di Manokwari. Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Herry Rudolf Nahak mengatakan, tiga pelaku tersebut dua orang adalah tersangka penjarahan ATM yang berada di depan kantor Majelis Rakyat Papua (MRP).

Ada ATM yang dirusak diambil isinya lalu dibakar, tutur Kapolda di Manokwari, Jumat (223/8/2019).

AYO BACA : Aksi Tolak Rasisme di Papua Berlanjut Hingga Hari Ini

Dua tersangka berinisial MA dan DA pelaku penjarahan ATM dikatakannya sudah mengakui tindak pidana itu.

Sementara satu orang tersangka lagi berinisial MI merupakan pelaku pembakaran bendera Merah Putih saat terjadi kericuhan. Tiga orang tersangka itu merupakan warga Manokwari.

AYO BACA : Pemuda Papua Berharap Ada Pendidikan Keberagaman di Sekolah

Polda Papua Barat disebutnya terus melakukan investigasi sesuai perintah Presiden Joko Widodo, Menko Polhukam Wiranto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menangkap pelaku tindak pidana lainnya saat terjadi kericuhan.

Tidak mungkin ada pembakaran kantor MRP yang kami biarkan begitu saja. Unjuk rasa beda dengan membakar, ucap Herry.

Kapolda menegaskan tersangka yang ditangkap merupakan pelaku tindak pidana, bukan pelaku unjuk rasa. Pelaku tindak pidana disebutnya memanfaatkan situasi saat terjadi kekacauan sehingga harus dibedakan dengan pelaku unjuk rasa yang menyampaikan pendapat di muka umum.

Sementara untuk kerugian atas kericuhan yang terjadi di Papua Barat, Herry mengaku memerlukan waktu untuk melakukan penggolongan kerugian karena tingkat kerusakannya berbeda-beda.

Saya sudah ada data, tetapi saya minta waktu untuk digolongkan sesuai kerusakan, ujar dia.

AYO BACA : Wali Kota Malang Minta Maaf dan Tegaskan Tak Ada Pemulangan Mahasiswa Papua


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar