Fraksi Nasdem Mempertanyakan Urgensi Revisi UU MD3

  Minggu, 01 September 2019   Abdul Arif
Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR, Ahmad M Ali. ANTARA/Fauzi Lamboka/am.

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Fraksi Partai Nasdem DPR RI mempertanyakan urgensi revisi terhadap UU nomor 2 tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Khususnya terkait penambahan jumlah pimpinan MPR dari lima menjadi 10 orang.

"Apa sih urgensinya revisi tersebut khususnya mengubah pimpinan MPR. Apa nanti masyarakat nilainya sebagai bagi-bagi kekuasaan," kata Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Ahmad M Ali di Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Dia menilai masih banyak produk legislasi lain yang menyangkut kepentingan masyarakat harus segera dibahas dan disetujui DPR menjadi UU.

Karena itu dia menilai revisi UU MD3 bukan hal yang prioritas dilakukan DPR pada akhir periode 2014-2019.

AYO BACA : Gelar Pawai Obor Sambut 1 Muharram

"Namun pengambilan keputusan di DPR itu kan secara lembaga, bisa saja Nasdem tidak setuju lalu kalau 9-10 fraksi mengatakan setuju, kami bisa apa," ujarnya.

Dia mengatakan, F-Nasdem belum mengetahui secara pasti materi revisi UU MD3 yang sudah bergulir di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI karena belum diajak komunikasi terkait rencana tersebut.

Karena itu dia memperkirakan wacana tersebut sudah bergulir di Baleg DPR namun secara kelembagaan dalam fraksi belum dikomunikasikan.

"Karena kalau sudah dibicarakan antar-fraksi di DPR, pasti saya tahu karena saya Ketua Fraksi Partai Nasdem. Namun saya belum tahu materi revisi tersebut," katanya.

AYO BACA : Seru, Teatrikal Perjuangan di Panggung Trasa Slawi

Namun dia menekankan bahwa Fraksi Nasdem membuka ruang dialog atas rencana revisi UU MD3 terkait penambahan kursi pimpinan MPR untuk mendengarkan argumentasi pengusul revisi.

Ali menilai tidak masalah dilakukan revisi UU MD3 kalau pengusul bisa meyakinkan revisi tersebut berdampak positif bagi peningkatan kinerja MPR dan pengawalan ideologi Pancasila semakin baik.

"Namun kalau argumentasinya penambahan kursi pimpinan MPR hanya bagi-bagi kekuasaan, Fraksi Nasdem akan menolak," ujarnya.

Dalam draf revisi UU MD3 yang beredar, Pasal 15 ayat (1) menyebutkan jumlah pimpinan MPR terdiri atas satu orang ketua dan paling banyak sembilan orang wakil ketua MPR.

Lalu dalam Pasal 15A ayat (1) menyatakan pimpinan akan dipilih dari dan oleh anggota MPR dalam satu paket yang bersifat tetap yang berasal dari fraksi dan/atau kelompok anggota dalam sidang paripurna.

Dalam pasal 15A ayat (3) disebutkan bahwa setiap fraksi dan kelompok anggota dapat mengajukan satu orang bakal calon pimpinan MPR.

AYO BACA : ULM Ciptakan Mobil Listrik untuk Operasional Kampus


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->