Kembangkan Teknologi Pertanian 4.0, Pemkab Tegal Gandeng IPB

  Kamis, 26 September 2019   Adib Auliawan Herlambang
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Tegal Umi Azizah dan Rektor Intitut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria bertepatan dengan Hari Tani di Kampus IPB Dramaga, Selasa (24/9/2019). (dok Humas Pemkab Tegal)

BOGOR, AYOSEMARANG.COM - Pemkab Tegal dan Institut Pertanian Bogor (IPB) sepakat kerja sama pengembangan sektor pertanian.

Hal itu ditandai nota kesepahaman (MoU) antara  Bupati Tegal Umi Azizah dan Rektor Intitut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria bertepatan dengan Hari Tani di Kampus IPB Dramaga, Selasa (24/9/2019)

Menurut Arif,  kerja sama dengan pemerintah daerah diperlukan agar proses transformasi melalui transfer pengetahuan dan inovasi teknologi pertanian, peternakan dan perikanan bisa berjalan lebih efektif.

Dikatakan, Pemda memiliki dukungan tenaga penyuluh tang memadai dan berhubungan paling dekat dengan petani dan peternak.

Skema kerja sama kedua pihak akan memudahkan penumbuhan klaster pendampingan di daerah, mulai dari pengembangan klinik tanaman hingga Sekolah Peternakan Rakyat (SPR).

AYO BACA : Wakili Jateng, Tegal Yakin Raih Kabupaten Layak Pemuda 2019

“SPR yang dikembangkan IPB tidak hanya membangun sistem peternakan efektif, tapi juga sudah mengadopsi teknologi 4.0,''katanya.

Arif yang berasal dari Kota Pekalongan ini lebih lanjut mengaku dirinya memiliki histori tersendiri dengan Tegal.

Pasalnya, semasa sekolah dasar dan menengah ia pernah bercita-cita menjadi atlet bulu tangkis dan sering bertanding di Banjaran dan Slawi.

“Banyak kenangan, sehingga satu saat nanti saya akan datang dan berkunjung ke Tegal sambil meninjau kegiatan KKN mahasiswa IPB”, ujarnya.

Sementara, Bupati Umi Azizah memberikan apresiasi jika tumbuhnya minat dan semangat petani di Bojong dan Bumijawa untuk kembali menanam bawang putih tidak terlepas dari peran pendampingan IPB bersama Bank Indonesia (BI).

AYO BACA : Dialog Publik dan Bedah Buku Tegalan, Ini Pesan Pakar Bahasa Tegal

Umi yang hadir bersama Sekda Widodo Joko Mulyono dan sejumlah kepala OPD ini berharap, melalui kerja sama tersebut pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan bisa lebih tinggi lagi.

“Saat ini pertumbuhannya terendah dibandingkan 16 sektor lainnya, hanya 1,44 persen di tahun 2018 lalu, padahal Kabupaten Tegal termasuk wilayah agraris”, katanya.

Umi menambahkan, kerja sama dengan IPB yang sudah berjalan 15 tahun melalui kegiatan KKN bisa lebih diperluas lagi. Program kegiatan yang akan dikerjasamakan nantinya, lanjut Umi, harus adaptif dan responsif menjawab isu permasalahan yang ada. 

“Terlebih pertanian kita dihadapkan pada sejumlah tantangan yang tidak ringan seperti perubahan iklim, fluktuasi harga, meningkatnya kebutuhan ruang industri dan permukiman, hingga regenerasi di kalangan masyarakat petani”, katanya.

Kondisi konsumsi domestik yang tinggi, lanjut Umi, juga harus diimbangi dengan produktifitas hasil pertaniannya untuk mencapai swasembada pangan, dan perlahan menggeser dominasi pangan impor seperti gula, daging sapi, dan bawang putih. 

“Jika dilihat rata-rata total pengeluaran per kapita per bulan dari 1,4 juta jiwa penduduk Kabupaten Tegal tahun 2018 lalu, 52,78 persen-nya habis digunakan untuk konsumsi makanan, sehingga penguatan pangan lokal sangat diperlukan”, jelasnya.

Di Kampus ini Umi juga sempat berdialog dengan mahasiswa IPB yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) setelah sebelumnya sempat mengunjungi Mal Pelayanan Publik Graha Tiyasa milik Pemkot Bogor.(Dwi Ariadi)

AYO BACA : Kota Tegal Tuan Rumah Forwakada, Diikuti 60 Wakil Kepala Daerah


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar