Jitet Kustana Jadi Juri Kontes Kartun Yerusalem di Turki

  Kamis, 26 September 2019   Abdul Arif
Kartunis senior Semarang, Jitet Kustana menunjukkan karyanya dalam katalog 1st International Our Heritage Jerusalem Cartoon Contest 2017. (Abdul Arif/Ayosemarang.com)

NGALIYAN, AYOSEMARANG.COM-- Kartunis senior Semarang, Jitet Kustana didapuk sebagai juri dalam kontes kartun bertajuk "3rd International Our Heritage Jerusalem Cartoon Contest 2019." Jitet akan bergabung bersama majelis juri di Turki pada 19-20 Oktober 2019 mendatang. 

"Kontes ini mengangkat tema warisan budaya Yerusalem. Ini kontes tahunan dan tahun ini yang ketiga," kata Jitet di Semarang, Kamis (26/9/2019).

Jitet merupakan kartunis kelahiran Semarang, 4 Januari 1967. Ia merupakan pemegang rekor dari MURI dan LEPRID sebagai kartunis dengan penghargaan kartun internasional terbanyak. Saat ini ia mengelola Yayasan Pensil Emas Indonesia (Gold Pencil) yang bergerak di bidang pengembangan seni kartun di Kota Semarang.  

AYO BACA : 100 Kartunis Dilibatkan Awasi Kampanye Pilkada 2019 di Jateng

Jitet didapuk sebagai juri lomba kartun Yerusalem setelah menang dua kali berturut-turut dalam lomba itu. Pada 2017 karya Jitet meraih penghargaan "First Prize" dalam lomba kartun Yerusalem edisi pertama. Pada lomba tahun kedua, ia juga menang dengan penghargaan "Abdulhamid Han Special Prize" pada 2018.

Selain Jitet, ada enam kartunis internasional lainnya yang masuk dalam daftardewan juri. Mereka yaitu Doru Axinte (Romania), Naji Benaji (Maroko), Nahid Maghsoudi (Iran), Yaser Ahmad (Syiria), Murat Yilmaz (Turki) dan Ahmet Altay (Turki).

Menurut Jitet, kontes kartun tersebut memiliki peran penting untuk menyuarakan perdamaian di tanah Yerusalem yang sampai saat ini masih diliputi konflik.

AYO BACA : Bekali Kartunis Muda Semarang, Gold Pencil Indonesia Gelar SCC Chapter 2

"Di Yerusalem ada cagar budaya sekaligus tempat beribadah beberapa agama. Harus tetap terjaga jangan sampai rusak," katanya.

Kontes kartun Yerusalem digagas oleh Mirasimiz Kudus, sebuah organisasi yang berbasis di Istanbul Turki. Lembaga tersebut mengampanyekan konsep warisan budaya dalam konteks Yerusalem.

Menurut laman kuduscartoon.com, kontes kartun Yerusalem digelar untuk meningkatkan kesadaran internasional terhadap kota Yerusalem, yang telah berada di bawah pendudukan Israel sejak 1967. 

"Untuk memobilisir masyarakat internasional dengan menarik perhatian pada kebijakan diskriminatif yang secara sistematis negara penyerang memberlakukan 400.000 Muslim yang tinggal di Yerusalem dan pembatasan kebebasan beribadah di Masjid al-Aqsa," sebagaimana disebut dalam laman itu. 

AYO BACA : Kartunis Senior Agus Eko Santoso Pamerkan Karya Jelang Pensiun


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar