WPS Sunan Kuning Dipaksa Terima Tali Asih Rp 5 Juta

  Selasa, 08 Oktober 2019   Afri Rismoko
Sejumlah wanita pekerja seks (WPS) lokalisasi Argorejo mengikuti rapat di Aula RW IV Argorejo, Selasa (8/10/2019). (Afri Rismoko/Ayosemarang.com)

SEMARANG BARAT, AYOSEMARANG.COM -- Dana tali asih untuk wanita pekerja seks (WPS) di lokalisasi Argorejo akhirnya disepakati Rp 5 juta per orang. Keputusan tersebut disepakati saat rapat antara WPS, Satpol PP dan Dinas Sosial di Aula RW IV Argorejo, Selasa (8/10/2019).

Pengelola Resosialisasi Argorejo, Suwandi mengaku pemberian nilai tali asih pertujuannya tidak sesuai dengan kesepakatan awal yaitu sebesar Rp 10,5 juta per orang. Dia menerangkan, beserta para WPS tidak sepakat saat disodori berkas untuk ditandatangani soal besaran pesangon. 

AYO BACA : Ratusan WPS Argorejo Menolak Tanda Tangani Berkas Tak Jelas

“Karena nilainya berbeda dengan kesepakatan awal sebesar Rp 10,5 juta per WPS. Menurut saya dalam hal ini nilai tersebut tidak memanusiakan manusia karena dipaksa terima Rp 5 juta," ujar Suwandi.

Namun dirinya mengormati kebijakan pemerintah pusat yang berupaya menutup semua lokalisasi. Akhirnya  dia sepakat menerima besaran pesangon yang hanya Rp 5 juta dari APBD Pemkot Semarang.

AYO BACA : WPS Sunan Kuning Geram Nilai Uang Jaminan Hidup Berubah

Dia merinci terdapat 178 wisma karaoke di Sunan Kuning. Dia meminta usaha karaoke bisa dilegalkan. 

“Ada puluhan ribu orang yang menggantungkan hidup dari adanya lokalisasi Sunan Kuning. Saya berharap Pemkot memikirkan hal tersebut pasca area ini ditutup. Kami juga berharap, Pemkot tidak mempermasalahkan terkait keberadaan karaoke di Sunan Kuning, sebab usaha tersebut yang menjadi tulang bagi warga setempat selepas penutupan ini,” imbuhnya. 

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, penyaluran tali asih akan dilakukan melalui transfer oleh Bank Jateng kepada anak asuh pada 10-15 Oktober 2019. Sementara, batas maksimal para WPS pulang ke kampung halaman hingga 21 Oktober 2019.

Dia menerangkan, Dinsos menyediakan armada untuk mengantar WPS ke daerah masing-masing. Satpol PP juga siap mengantarkan WPS hingga kampung halaman. 

“Adapun selepas seremonial pemulangan, pengusaha karaoke sementara ini boleh membuka usahanya dengan aturan yang nanti akan disusun. Penutupan lokalisasi tidak bisa sekaligus menutup usaha karoke yang ada di kawasan tersebut,” tandasnya.

AYO BACA : Anggaran Jaminan Hidup WPS SK Diajukan Rp 2,425 Miliar


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->