Menziarahi Makam Ki Ageng Pandanaran, Sang Pendiri Semarang

  Rabu, 09 Oktober 2019   Abdul Arif
Para peserta Jelajah Sejarah Semarang sedang berdoa bersama sebelum berkeliling di kompleks pemakaman Ki Ageng Pandanaran, Minggu (6/10/2019). (Ahmad Abu Rifai/Magang Ayosemarang.com)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM-- Bagi banyak orang, nama Ki Ageng Pandanaran barangkali tidak asing. Ki Ageng Pandanaran atau biasa juga disebut Ki Ageng Pandan Arang merupakan figur pendiri Kota Semarang yang fenomenal. Makam Ki Ageng Pandanaran terletak di Jalan Mugas No.6, Mugasari, Kota Semarang.

Makam Ki Ageng Pandanaran menjadi salah satu tujuan Jelajah Sejarah yang digelar oleh Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Semarang.

“Kiai Ageng Pandanaran merupakan legenda Kota Semarang, pendirinya,” kata Tri Subekso, pemandu sekaligus pegiat sejarah, Minggu (6/10/2019).

Di dalam kompleks makam, terlihat beberapa benda yang menghiasi dinding; silsilah keluarga, lukisan-lukisan, beberapa pusaka, hingga patilasan salat Ki Ageng Pandanaran. Semua tertata cukup rapi di dalam ruang khusus. Sama halnya beberapa kuburan yang konon, menurut beberapa sumber, kerabat dekat dan sahabat Ki Ageng sebagai bentuk penghormatan dan ikatan.

Kompleks makam tokoh legendaris di Semarang itu memang sudah beberapa kali direnovasi sejak 1975. Dulu, hanya berupa bangunan dari bambu yang dikelilingi belantara. Renovasi ini dikarenakan Ki Ageng memang sosok besar dalam sejarah Semarang. 

AYO BACA : Bersiap, Dua Hari Lagi Terjadi Hari Tanpa Bayangan di Semarang

Selain bupati pertama, ia juga merupakan tokoh penyebar Islam di tanah lumpia asuhan Sunan Kalijaga.

Manunggaling Kerso Maring Gusti

Salah satu corak menarik di makam Ki Ageng Pandanaran adalah simbol berbentuk segitiga dengan motif seperti batik.

“Ini gambar Manunggaling Kersa Maring Gusti, salah satu ajaran Ki Ageng Pandanaran dalam mendakwahkan Islam,” jelas Agus Krisdiono, juru kunci makam.

Manunggaling Kersa Marang Gusti bermakna penghambaan utuh terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Ia mensyaratkan satu rasa yang tidak terbagi-bagi ke hal lain, hanya kepada Tuhan, satu-satunya Zat yang diakui.

AYO BACA : Gus Yusuf Ingatkan Pentingnya Memilih Pesantren yang Tepat

Dalam catatan sejarah, ajaran itu menjadi penting, sebab periode hidup Ki Ageng berada dalam kurun waktu 1500-an, saat islamisasi masih sedang gencar dilakukan. Hal inilah yang membuat simbol tersebut bisa ditemukan di gerbang, di dinding kompleks, hingga di ukiran di atas lukisan Ki Ageng Pandanaran.

Ketidakjelasan Potret Ki Ageng Pandanaran

Meski dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah berdirinya Kota Semarang, potret Ki Ageng Pandanaran selama ini ternyata tidak jelas. Tidak ada referensi jelas soal ini. Tidak ada lukisan, apalagi sumber sejarah.

Di kompleks pemakaman, memang ada lukisan yang ditaruh di dalam ruang, tapi sosok di dalamnya masih dipertanyakan.

“Referensinya belum jelas,” kata Pratono, salah seorang peserta Jelajah Sejarah dan diamini yang lain.

Terlepas dari hal itu, makam Ki Ageng Pandanaran masih jadi sosok yang terus dikenang masyarakat sekarang. Hingga saat ini, masih banyak orang termasuk para pejabat yang berziarah. Beberapa meminta berkah, juga semacam wasilah. Sebagai informasi, kompleks makam Ki Ageng Pandanaran dibuka mulai pukul 08.00-21.00 WIB.

AYO BACA : Phapros Stop Produksi dan Tarik Peredaran Obat Ranitidin


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar

-->