Ada Penusukan Menkopolhukam, Presiden Jokowi Tetap Swafoto

  Jumat, 11 Oktober 2019   Adib Auliawan Herlambang
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) berswafoto dengan anggota DPR RI periode 2019-2024 usai pelantikan anggota DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (1/10/2019). Sebanyak 575 anggota DPR terpilih dan 136 orang anggota DPD terpilih diambil sumpahnya.. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pd.

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Meskipun ada kejadian penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto, Presiden Joko Widodo mengatakan akan tetap melakukan swafoto dengan masyarakat.

"Masih lah selfie aja, nggak apa-apa," kata Presiden Jokowi saat menerima perwakilan siswa SD asal Papua di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (11/10/2019). 

Namun Presiden Jokowi meminta personel pengamanan, terutama Paspampres lebih meningkatkan kewaspadaan.

AYO BACA : Presiden Jokowi: Saya Pastikan Ada Orang Papua di Kabinet

"Akan biasa saja, tetap seperti biasa, kewaspadaan Paspampres akan lebih ditingkatkan," tegas Jokowi.

Sebelumnya Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa Presiden Jokowi meminta pengamanan terhadap pejabat negara ditingkatkan untuk menyikapi insiden penusukan yang menimpa Menkopolhukam Wiranto.

"Ketika kejadian, kebetulan saya sedang dengan Presiden dan Pak Mensesneg. Presiden langsung memberikan arahan," katanya, usai menjenguk Wiranto, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis malam.

AYO BACA : Akademisi Sebut Ancaman Pembunuhan Pejabat Negara Buka Gertak Sambal

Arahan yang disampaikan Presiden Jokowi adalah bahwa semua pejabat dalam kondisi seperti ini untuk memberlakukan pengamanan dasar.

Di era Presiden Jokowi sekarang, diakui politikus PDI Perjuangan itu, banyak pejabat setingkat menteri dan sebagainya yang tidak mau mendapatkan pengawalan untuk pengamanannya.

"Karena sekarang ini di era Pak Jokowi, banyak para pejabat menteri dan sebagainya tidak mau dikawal, enggak mau pake pengawalan," katanya pula.

Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto menunjukkan bahwa ancaman terhadap keselamatan pejabat negara itu riil dan telah dipersiapkan.

"Apa yang terjadi di Pandeglang memperlihatkan bahwa sel-sel jaringan itu ada, sehingga Presiden telah meminta kepada kita, Setneg dan Seskab untuk segera mengoordinasikan pengamanan terhadap pejabat negara," katanya.

Kendati pengamanan ditingkatkan, Pramono mengatakan tidak perlu berlebihan, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan.

AYO BACA : Praktik Prostitusi Tutup, Karaoke Sunan Kuning Tetap Dibuka


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar