Satpam Sulap Limbah Koran Jadi Miniatur Bernilai Jutaan Rupiah

  Jumat, 18 Oktober 2019   Adib Auliawan Herlambang
Amril Lurman sibuk membuat miniatur kapal layar dari limbah koran. (Lilisnawati/Ayotegal.com)

TEGAL TIMUR, AYOSEMARANG.COM -- Amril Lurman (37) warga Jalan Sipayung, Kelurahan Panggung, Kota Tegal berhasil menyulap limbah koran menjadi kerajinan cantik bernilai juataan rupiah.

Berkat kepiawaian tangannya, ia dapat mengubah limbah koran menjadi miniatur seperti menara PDAM, menara Pisa, kereta api uap, kapal layar, candi borobudur, motor, becak dan lainnya.

Selain itu, dirinya juga mulai mengembangkan bakatnya dengan membuat interior rumah dari limbah koran. Di antaranya, jam dinding, cermin rak dan lain sebagainya.

Siapa sangka, dari hasil kepeduliannya terhadap lingkungan, mengantarkannya meraih beberapa penghargaan dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

AYO BACA : Dhimas Riyanto Gelar Audisi Tembang Ngapak

Ditemui di rumahnya, ia menceritakan awal mula mengenal kerajinan daur ulang koran. Ia mengaku saat dirinya aktif menjadi penyuluh kesehatan melihat seseorang membuat miniatur kapal dari koran.

"Dulu pas saya jadi Satpam di PT Gapura Angkasa di Jakarta, saya juga aktif di dunia sosial. Waktu itu saya jadi penyuluh kesehatan dan saya melihat orang membuat miniatur dengan koran," katanya, Kamis (17/10/2019).

Dari pengalaman yang ia lihat, membuat Amril tertarik untuk mulai belajar melinting koran.

Hingga akhirnya di tahun 2014, ia mulai mengikuti lomba Krenova yang digelar Pemerintah Kota Tegal. Dirinya juga kerap dilibatkan dalam pameran-pameran kerajinan di luar kota.

AYO BACA : TeLe ApIK, Pasien Bisa Cek Kedatangan Dokter Kesayangan

Menurutnya, sejak aktif mengikuti pameran, kerajinan tangannya mulai banyak dilirik masyarakat.

Kini, dalam sebulan rumah produksi D'Larahan mampu memproduksi 20-40 kerajinan berbagai jenis dan ukuran.

"Kalau produk yang laris itu jam dinding, tempat pensil, tempat tisu dan cermin rak. Karena mungkin pemanfaatnnya lebih ada," katanya.

Ia mengatakan hasil kerajinan tangannya dibanderol dari harga Rp 10.000 sampai dengan Rp 3,5 juta berupa kapal pesiar.

Kini, Amril yang merupakan satpam di salah satu bank di Kota Tegal bisa menghasilkan Rp 4 juta sampai Rp 8 juta dalam sebulan dari kerajinan limbah korannya.

Ia juga berhasil memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.

"Untuk melinting koran, saya libatkan masyarakat. Ada 30 orang yang membantu melintingkan koran," ucapnya.

AYO BACA : Tegal Art Festival 2019 Datangkan Sutradara Hanung Bramantyo


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->