PA 212 Tolak Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin

  Senin, 21 Oktober 2019   Adib Auliawan Herlambang
Arsip Ketua umum Pesaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif (dua dari kanan) saat akan diperiksa di Mapolres Kota Surakarta pada Kamis (7/2/2019). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM – Walaupun telah diambil sumpah sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024, pada Minggu (20/10/2019) kemarin, organisasi massa Presidium Alumni 212 masih menolak atas pelantikan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Hal tersebut disampaikan Ketua PA 212 Slamet Maarif yang memilih untuk tidak menerima kekuasaan Jokowi itu didasari dengan keputusan atau hasil dari Ijtimak Ulama IV.

AYO BACA : Resmi Jadi Tersangka, Polisi Langsung Tahan Sekjen PA 212

“PA 212 berpegang pada hasil Ijtima Ulama IV salah satu point utamanya, menolak kekuasaan yang dihasilkan dari kecurangan dan kezaliman serta menjaga jarak dengan kekuasaan tersebut,” kata Slamet, seperti dilansir Suara.com, Senin (21/10/2019).

Terkait keputusan tersebut, Slamet berujar bahwa PA 212 tetap akan menjadi gerakan moral untuk melawan ketidakadilan dan kezaliman terhadap kekuasaan siapa pun.

AYO BACA : Jelaskan NKRI Syariah, Ketua PA 212: Itu Cuma Istilah

Ia juga menegaskan bahwa PA 212 enggan melakukan rekonsiliasi terhadap kelompok yang ia sebut sebagai pelaku yang telah mengkriminalisasi para ulama.

“Prinsip kami tidak akan pernah rekonsiliasi dengan ketidakadilan, kezaliman, kecurangan dan tidak akan pernah rekonsiliasi dengan kelompok yang mengkriminalisasi ulama dan aktivis,” ujarnya.

Kendati begitu, Slamet belum memastikan apakah nantinya PA 212 akan kembali melakukan aksi turun ke jalan untuk menyerukan sikap mereka yang menolak kekuasaan Jokowi-Maruf.

“Lihat nanti saja,” tandasnya.

AYO BACA : Datang ke Kantornya, Menkopolhukam Wiranto Keluar RSPAD Lagi


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar