Desa di Demak Terdampak Kekeringan Terus Bertambah

  Selasa, 22 Oktober 2019   Abdul Arif
Warga mengambil air dari sumur galian di dasar waduk yang kering di Desa Simo, Kradenan, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/9/2019). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau panjang dengan kekeringan ekstrem masih akan terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia hingga bulan November 2019. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz

DEMAK, AYOSEMARANG.COM-- Jumlah desa yang membutuhkan suplai air bersih akibat terdampak kekeringan di Kabupaten Demak diperkirakan bertambah mengingat musim kemarau diprediksi berlangsung lama. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Jawa Tengah menyatakan yang mendapatkan bantuan air bersih saat ini sudah mencapai 41 desa.

"Total bantuan air bersih yang sudah didistribusikan untuk 41 desa di Kabupaten Demak mencapai 614 tangki dengan kapasitas 5.000 liter," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Nugroho di Demak, Selasa (22/10/2019).

Ia mengungkapkan jumlah bantuan air bersih yang tersalurkan untuk masing-masing desa berbeda-beda karena disesuaikan dengan kebutuhan desa.

AYO BACA : Kendaraan Tamu Negara, Istana Sewa 18 Mobil Mewah

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, (BMKG), katanya, musim kemarau akan berlangsung hingga bulan Desember 2019.

"Jika hal itu benar, maka jumlah desa terdampak kekeringan yang ditandai dengan mengeringnya sumur warga akan bertambah dari saat ini yang mengajukan bantuan baru 41 desa," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemetaan BPBD Demak, jumlah desa yang berpotensi mengalami kekeringan mencapai 100 desa dari 249 desa/kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan di Demak.

AYO BACA : Begini Reaksi PA 212 ketika Prabowo Jadi Menhan

Terkait ketersediaan anggaran untuk penanggulangan kekeringan, BPBD Demak mencatat anggaran yang masih tersisa hanya cukup untuk pengadaan lima truk tangki air bersih.

Dari 614 tangki air yang terdistribusi, sebanyak 395 tangki di antaranya berasal dari APBD Demak, selebihnya merupakan sumbangan dari berbagai pihak.

Kalaupun nantinya anggaran yang tersedia habis, maka BPBD Demak akan mengupayakan bantuan air bersih melalui pihak lain, seperti pengajuan bantuan kepada BPD Demak, BRI serta Baznas.

"Hingga kini, kami memang belum mengajukan bantuan kepada Pemprov Jateng. Akan kami upayakan melalui bantuan dari pihak lain karena sebelumnya juga banyak bantuan mengalir dari berbagai pihak," ujarnya.

Dari 41 desa yang warganya mengalami kesulitan air bersih tersebar di 13 kecamatan, yakni Kecamatan Demak, Mijen, Gajah, Mranggen, Wedung, Sayung, Karangtengah, Dempet, Karanganyar, Bonang, Wonosalam, Kebonagung, dan Karangtengah.

Terbanyak di Kecamatan Wedung terdapat delapan desa, disusul Kecamatan Demak terdapat tujuh desa, dan paling sedikit di Kecamatan Mranggen, Sayung dan Karangtengah, dan Kebonagung masing-masing satu desa. 

AYO BACA : Dua Orang Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Tanjung Morawa


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar