Undip Kukuhkan Dua Guru Besar Baru

  Selasa, 22 Oktober 2019   Arie Widiarto
Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama saat upacara pengukuhan dua guru besar baru di Gedung Prof Soedarto SH kampus Undip, Tembalang, Selasa (22/10/2019). (Istimewa)

TEMBALANG, AYOSEMARANG.COM -- Universitas Diponegoro mengukuhkan dua guru besar baru, yakni Prof Dr Ir Sutiyono MS dari Fakultas Peternakan dan Pertanian serta Prof Ir Mochamad Agung Wibowo MM Sc Ph D dari Fakultas Teknik, di Gedung Prof Soedarto SH kampus Undip, Tembalang, Selasa (22/10/2019). 

Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama mengatakan, pengukuhan dua guru besar ini menjadi kebanggan tersendiri. Ia pun terus mendorong agar jumlah guru besar di Undip ini terus bertambah.

"Dalam dunia pendidikan guru besar merupakan jabatan akademik tertinggi, dan kami berharap bisa menyalurkan segala inovasinya kepada mahasiswa dan masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan dorongan untuk percepatan profesor ini guna meningkatkan predikat Undip di peringkat dunia.

AYO BACA : Membangun Karakter Lewat Seni

Target Undip ialah memiliki minimal 170 guru besar, hingga 2024 mendatang.

"Karena jumlah dosen kami ada 1.700 orang, kami harus punya 10 persen guru besar," terangnya.

Target guru besar itu, lanjut dia, mengacu indikator utama penilaian universitas terbaik.

Yaitu, kualitas sumber daya manusia yang mencakup presentase jumlah lektor kepala, guru besar terhadap dosen, dan rasio mahasiswa terhadap dosen.

AYO BACA : Rektor UIN Walisongo Ungkap Peran Santri dalam Kesuksesan Bangsa

"Saat ini kami memiliki 122 guru besar aktif di Undip. Kami optimistis target 2024 tercapai," ungkap dia.

Satu upaya untuk percepatan profesor, lanjut Prof Yos, yakni menyekolahkan dosen hingga memperoleh gelar doktor.

Lalu mendorong mereka melakukan penelitian serta membuat jurnal yang terindeks secara berkala.

Khususnya pembuatan jurnal internasional, selain mendorong, Prof Yos Johan Utama mengatakan Undip juga memberikan pendampingan.

Dalam pengukuhannya Prof. Sutiyono menyampaikan pidato pengukuhan tentang "Penerapan teknologi berahi untuk meningkatkan populasi sapi potong".

 Adapun Prof Ir Mochamad Agung Wibowo menyampaikan berpidato mengenai Green Supply Chain Management (GSCM) untuk mewujudkan sustainable construction.

AYO BACA : Udinus jadi Tuan Rumah Rakornas APTIKOM 2019


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->