Bupati Kudus: Saya Dimanfaatkan Dua Staf

  Senin, 04 November 2019   Adib Auliawan Herlambang
Bupati Kudus M Tamzil (Antaranews)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Bupati Kudus M Tamzil mengaku dimanfaatkan oleh dua orang bawahannya, masing-masing staf khusus Agoes Soeranto dan ajudan Uka Wisnu Sejati, dalam kasus dugaan suap berkaitan dengan jual beli jabatan di kabupaten tersebut.

"Saya dimanfaatkan oleh dua staf saya," kata Tamzil usai menjadi saksi dalam kasus dugaan suap yang diberikan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Shofian di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (4/11/2019). 

Ia menegaskan tidak pernah meminta maupun menerima uang berkaitan dengan mutasi jabatan di Pemerintah Kabupaten Kudus.

AYO BACA : KPK Periksa Empat Saksi Terkait Suap Mantan Dirut Inti

Bahkan, ia selalu mengingatkan bawahannya saat apel pagi untuk tidak coba-coba memberikan uang berkaitan dengan pengisian jabatan di pemerintah daerah tersebut.

"Pernah ada yang bawa uang ke ruang kerja, saya minta dibawa keluar. Saya takut KPK," ucapnya.

Sementara dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Widijantono itu, Tamzil menjelaskan tentang mekanisme pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan kabupaten tersebut.

AYO BACA : Bank Indonesia Luncurkan Pojok Baca dan Dongeng di Lima PAUD Kota Tegal

Ia menjelaskan tentang mekanisme seleksi calon pejabat yang akan mengisi sejumlah posisi di berbagai lembaga di kabupaten itu.

Dalam sidang tersebut, satu saksi atas nama Joko Santoso tidak memenuhi panggilan jaksa karena sakit sehingga berita acara pemeriksaan saat penyidikan perkara itu dibacakan dalam persidangan.

Anggota tim pemenangan yang mendukung M.Tamzil dalam Pilkada 2018 itu mengakui memiliki sebuah mobil yang digunakan untuk operasional Tamzil.

Joko mengaku pernah menagih Tamzil agar mobil yang dipinjam itu dikembalikan setelah terpilih menjadi Bupati Kudus.

Joko bahkan meminta agar Tamzil untuk membayar Rp 100 juta jika tidak bersedia mengembalikan mobil tersebut.

Permintaan joko tersebut, kata jaksa, tidak pernah direspon oleh Tamzil.

AYO BACA : KPK Tanggapi Polemik e-Budgeting APBD DKI


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar