Kongres FPTVI Hasilkan Empat Rekomendasi

  Rabu, 06 November 2019   Arie Widiarto
Pembacaan Rekomendasi FPTVI oleh dewan pengawas dan pengurus di Gedung Prof Soedharto, Kampus Undip Tembalang, Rabu (6/11/2019). (istimewa)

TEMBALANG, AYOSEMARANG.COM- Kongres VI Forum Perguruan Tinggi Vokasi seluruh Indonesia (FPTVI) yang digelar di Gedung Prof Soedharto, Kampus Undip Tembalang, Rabu (6/11/2019) menghasilkan empat rekomendasi penting. Rekomendasi tersebut dibacakan pada akhir acara oleh Ketua Dewan Pengawas FPTVI Ir Hotma Prawoto MT yang didampingi oleh Ketua FPTVI Prof Dr Widi Hidayat, Wakil Ketua I Prof Dr Ir Budiyono, Wakil Ketua II Prof Dr Widarto, dan Sekretaris Prof DR Retna Apsari.

Keempat rekomendasi tersebut adalah bertekad menjadi perguruan tinggi andal pencetak sumber daya manusia Indonesia yang terampil, unggul, bermartabat, dan karya-karya inovasi strategis serta hilirisasi riset. 

AYO BACA : Gubernur Ganjar Angkat Herru Setiadhie Pelaksana Harian Sekda Jateng

Hal ini bisa dicapai dengan kolaborasi riset lintas disiplin dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), kalangan pendidikan akademik (S1,S2,S3), pendidikan profesi, pendidikan menengah kejuruan, dan seluruh stakeholder untuk terciptanya Indonesia maju dan meningkatkan reputasi serta daya-saing global, ungkap Hotma Prawoto. 

Kedua, lanjut dia, mendorong pemerintah agar memperhatikan dan membina semua perguruan tinggi penyelenggara pendidikan vokasi. Ketiga, mendorong pemerintah dan industri dalam memfasilitasi terciptanya link and macth demi pendidikan vokasional secara maksimal.

AYO BACA : Bawaslu Semarang Bentuk Kelurahan Antipolitik Uang

Adapun yang keempat, dalam rangka menghadapi tantangan bangsa yang semakin kompleks, pendidikan tinggi vokasi di universitas/institut/sekolah tinggi/politeknik/akademi harus dikembangkan hingga tingkat sarjana terapan dan pascasarjana terapan (master terapan dan doktor terapan) untuk meningkatkan daya-saing Indonesia, yaitu kemandirian dan kedaulatan Indonesia di bidang SDM, teknologi, dan produk, paparnya.

Kongres kali ini diikuti sekitar 100 perguruan tinggi yang mengelola pendidikan sekolah vokasi. Acara yang bertema “Establishing Creative Innovation, Empowering Vocational Education” dihadiri peserta dari anggota FPTVI dan guru-guru SMK se-Indonesia. 

Dekan Sekolah Vokasi Undip Prof Budiyono mengatakan kongres FPTVI ini dilakukan secara rutin setiap tahun. Tujuannya untuk mensinergikan penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan tinggi vokasi di berbagai universitas/institut di Indonesia serta menguatkan jejaring di antara anggota Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia khususnya dalam rangka turut memberikan solusi bagi penyelesaian masalah-masalah bangsa.

Rektor Universitas Diponegoro Semarang Prof Yos Johan Utama menegaskan pendidikan vokasional, termasuk di perguruan tinggi bukanlah  lapis kedua. Oleh sebab itu, mindset ini perlu diubah  karena pendidikan vokasional justru menjadi tiang utama inovasi untuk kemajuan dan perkembangan negara.

Bahkan ke depan, kata dia, Undip berencana mengembangkan sekolah vokasi tidak hanya sampai jenjang D-3, melainkan hingga D-4 atau sarjana sains terapan, termasuk pendidikan S-2 dan S-3 sains terapan.

AYO BACA : Saat Bertugas Banyak Dokter Tak Sadar Terjebak Masalah Hukum


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar