Edi Waluyo, Puluhan Tahun Sebagai Fotografer dari Manual Hingga Digital

  Jumat, 08 November 2019   Adib Auliawan Herlambang
Edi Waluyo Fotografer dari Jepara (dok)

Bagi Edi Waluyo warga desa Krasak kecamatan Pecangaan potret memotret adalah profesi yang dijalani sejak lajang. Kalau dihitung profesi ini dijalani hampir empat puluh tahun. Awalnya hanya pelayan toko yang menunggui jasa Foto ,namun karena ketekunannya bisa memegang kamera hingga sekarang.

“ Saya asli Kudus pertama kerja di toko jasa Foto “Jaya” depan pasar Pecangaan sekitar tahun  1983 - 1988 , Awalnya hanya menunggui toko menerima order . Tapi lama kelamaan disuruh pegang kamera oleh bos sambil berlatih akhirnya bisa memotret sampai sekarang,“ cerita Edi Waluyo di rumahnya desa Krasak kecamatan Pecangaan Jepara.

Dari Toko “Jaya” itulah ia mendapatkan pengalaman memotret dan juga melayani pelanggan lebih lima tahun . Oleh karena itu ketika ada kesempatan untuk pindah tempat kerja iapun pamitan padabosnya. Selanjutnya ia mulai berdikari dengan mengontrak toko di dekat pertigaan Pecangaan sekitar tahun 1989. Sekitar tahun 1990 iapun mulai mengibarkan bendera Edie Foto.

“ Jadi bendera Eddie itu sudah berkibar sejak tahun 1990 di Margoyoso yang merupakan cabang . Sedangkan  di Pecangaan baru tahun 1992 dan terus berkembang dn sempat pindah kontrakan ke seberang jalan karen tokonya ditempati pemiliknya lagi “. Kata Edi.

Tahun sembilan puluh sampai tahun dua ribu merupakan kejayaan usahanya . Selain kontrakan lancar usaha juga berkembang pesat karena order motret dan juga cetakan foto ramai sekali. Sehingga pada tahun tahun itu ia bisa membeli mesin cetak foto berwarna merk Kodak di tokonya. Selain foto ia juga membuka jasa foto copy yang juga laris.

Namun usaha tidak selamanya diatas seiring perkembangan jaman juga teknologi digital mulai datang. Teknologi HP dan computer semakin maju sehingga pemotretan tidak hanya menggunakan foto manual dengan klise ,namun sudh berganti dengan Kamera Digital dan HP. Klise atau Film sudah tidak laku lagi.

“Nah dengan datangnya teknologi digital ada sisi kurangnya bagi saya. Yang semula menggunakan Film kini jadi memori. Pencetakan foto kilat warna dulu menggunakan mesin besar kini beralih printer. Nah mulai itulah penghasilan mulai turun sehingga mesin cetak itupun saya kembalikan  lagi,” kenang Edi.

Dalam situasi penurunan pemasukan di toko kontrakanpun habis . si empunya tokopun meminta kenaikan sewa kontrakan dengan kondisi tersebut akhirnya ia tidak mengontrak lagi dan membawa perabotan ke rumah. Meski di rumah usahanya tetap jalan karena banyak pelanggan yang langsung datang order ke rumah. 

“ Meskipun di rumah usaha saya tetap jalan para pelanggan seperti perias banyak langsung order ke rumah sini. Apalagi di era digital ini promosi semakin mudah dengan media social kita bisa dapat order. Selain jasa Foto atau memotret saya juga terima order Shoting Video untuk segala keperluan acara,“ kata Edi lagi.

Selama hampir empat puluh tahun menggeluti pekerjaan sebagai Juru Foto dan Shoting Video banyak kenangan dan ingatannya ketika hunting dilapangan. Selain menerima orderan di Jepara ia juga kadang hunting orderan sampai Ke Kudus dan Demak. Oleh karena itu jika ia hunting di suatu acara banyak orang yang menyapnya. 

Profesi juru foto maupun shoting video jika ditekuni menjadi profesi yang menghidupi keluarganya. Seperti dirinya untuk menghidupi keluarga muli dari belanja harian menyekolhkan anak, membut rumah dan keperluan keluarga semua bisa dicukupi dari usaha fotogrfi dan jasa shoting video. Selain dirinya ada puluhan oraang yang menekuni profesi seperti dirinya.

Adapun resep kelangsungn usahanya salah satunya adaalah mengikuti perkembangan jaman. Dulu sedang terkenalnya menggunakan kamera DSLR manual menggunakan film dirinya harus belajar mengusai peralatan tersebut. Kini beralih teknologi digital iapun mengikuti perkembangan jaman dengan membeli peralataan meski mahal harganya. 

Dulu ketika masih kamera manual film orang yang berprofesi sebagai juru foto masih bisa dihitung dengan jari di setiap kota misalnya Pecangaan , Kalinyamatan. Namun seiring dengan perkembangan jaman dan permintaan konsumen jumlah juru foto amatir semakin banyak. Anak anak muda sekarang banyak yang berprofesi sebagai juru foto.

Baginya manual ataupun digital sama saja yang penting sebagai juru foto harus mau belajar dan belajar. Selain itu jika bertemu dengan sesame profesi harus sering bertukar informs.Selain itu yang terpenting adalah membina hubungan yang baik dengan sesame profesi. Misalnya dengan bagi bagi job apabila ada permintaan yang sama waktunya namun tidak bisa menjalaninya.

“Kita sesama profesi harus selalu menjalin hubungan baik dan berkomunikasi baik tentang teknologi fotografi atau pekerjaan atau job. Kita kadang bisa dapat job yang tidak bisa kita kerjakan karena waktunya sama. Nah dengan kita banyak teman maka job itu bisa kita berikan temanSebaliknya jika kita pas tak ada job kadang kita diberi job teman,” papar Edi Waluyo yang beralamat di desa Krasak kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara. 

Penulis: Fatkul Muin 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->