Viral! Gara-gara Palet Ikan, Cucu Aniaya Kakek

  Kamis, 21 November 2019   Adib Auliawan Herlambang
Kapolsek Limbangan IPTU Agus Riyanto meminta keterangan korban dan pelaku penganiayaan yang videonya viral di media massa. (Edi prayitno/kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Hanya lantaran emosi saat mandi, kolam bau amis dan banyak pakan ikan, seorang pemuda warga Dukuh Delesari Desa Kedungboto Kecamatan Limbangan Kendal nekad menganiaya kakeknya sendiri. 

Aksi penganiayaan tersebut bahkan menjadi viral setelah videonya tersebar luas di media sosial. Pelaku diamankan polisi namun sang kakek menangis saat cucunya hendak dibawa polisi, Kamis (21/11/2019) pagi 

Dalam video yang tersebar luas di media sosial terlihat aksi penganiayaan dilakukan seorang pemuda terhadap kakek didalam sebuah rumah. Pelaku nampak marah dan beberapa kali menendang korbannya yang sudah terkapar. Diketahui pelaku dalam video tersebut adalah Yusminardi pemuda 22 tahun warga Dusun Delesari RT 3 RW 4 Desa Kedungboto Kecamatan Limbangan Kendal, sedangkan korban tidak lain adalah kakek pelaku bernama Wasidi (65).

Aksi penganiayaan sendiri dilakukan hari Minggu lalu namun videonya mulai tersebar, Rabu (20/11/2019) malam. Polisi bertindak cepat, Kamis (21/11/2019) pagi, pelaku dan korban diamankan di mapolsek limbangan untuk dimintai keterangan. Dalam pemeriksaan polisi aksi penganiayaan ini dilakukan pelaku karena emosi.

AYO BACA : Pemkab Siapkan Tiga Jalur Penghubung Kendal Atas dan Bawah

Korban Wasidi mengaku memberikan makanan ikan ke dalam kolam dan tiba-tiba cucunya marah-marah. Korban kemudian ditanya dan ditendang beberapa kali dan dipukul hingga terkapar.

“Memang saya kasih pakan ikan untuk memberi makan ikan yang ada di kolam, tapi cucu saya marah-marah karena ada sisa pakan ikan yang masuk ke mulutnya,” ujar Wasidi.

Sementara itu, pelaku penganiayaan Yusminardi mengaku khilaf dan emosi karena saat mandi dan hendak gosok gigi ada pakan ikan yang masuk ke dalam mulutnya. Karena bau amis dan jengkel pelaku kemudian mendatangi kakeknya dan langsung menendang dan memukulnya.

“Ikan memang sudah saya pindah ke kolam lainnya tapi oleh mbah saya dimasukan lagi ke kolam dan diberi pakan ikan. Waktu saya mandi kok airnya amis dan ada sisa palet ikan yang masuk ke mulut. Disitulah saya emosi dan kemarahan saya meluap hingga tidak sadar menendang kakek saya sendiri,” jelasnya.

AYO BACA : Terkait Reuni 212, Menkopolhukam: Tak Perlu Pengamanan Khusus

Kapolsek Limbangan, IPTU Agus Riyanto mengatakan kejadian penganiayaan dilakukan pelaku hari minggu.

“Keterangan korban bahwa emosi pelaku meluap karena kolam yang digunakan untuk mandi diberi pakan ikan oleh kakeknya. Saat mandi ada pakan ikan yang masuk kedalam mulut dan kemudian pelaku emosi dan marah hingga melakukan penganiayaan,” ujar kapolsek.

Agus menambahkan, pelaku tidak mengetahui jika aksi penganiayaan kepada kakeknya direkam oleh sepupunya yang masih duduk di sekolah dasar. Video tersebut dikirimkan keorangtuanya namun justru tersebar dan menjadi viral.

Korban sempat menangis dan memeluk cucunya saat polisi hendak memborgol dan dibawa ke Unit Penanganan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kendal. Sang kakek meminta agar cucunya tidak dibawa karena sudah mengikhlaskan dan memaafkan. Pelaku sendiri sudah sejak kecil ikut korban dan baru pulang bekerja di Malaysia.

Camat Limbangan Widodo mengaku prihatin dengan kejadian ini, pasalnya pembangunan seharusnya tidak hanya pada fisik tetapi juga perilaku dan etika kepada sesama.

 “Kedepan pihaknya akan menekankan pada pendidikan moral agar kejadian seperti ini tidak lagi terjadi,” katanya.

Usai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Limbangan, pelaku dan korban dibawa ke unit PPA Polres Kendal untuk penanganan lebih lanjut. Sementara handphone yang digunakan untuk merekam aksi penganiayaan diamankan sebagai barang bukti.

AYO BACA : Lokalisasi Gambilangu Resmi Ditutup


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->