Ke Mana Aset Pertamina Menguap?

  Minggu, 01 Desember 2019   Abdul Arif
Salamuddin Daeng, peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Jakarta.

AYOSEMARANG.COM--Oil boom telah menjadikan Pertamina perusahaan yang sangat kaya. Selama tahun 1970-an, pendapatan minyak meledak, penerimaan dolar Indonesia juga menggunung. Ditopang oleh dukungan regulasi negara yang memberikan kekuasaan sangat besar terhadap Pertamina untuk menguasai dan mengelola migas. 

Eric Toussaint PH.D., historian and political scientist dari universities of Paris VIII and Liège mendokumentasikan dalam tulisannya tentang kekayaan Pertamina. Eric Toussaint adalah peneliti yang cukup banyak mencurahkan perhatiannya terhadap sejarah ekonomi politik Indonesia. Eric melihat Pertamina merupakan salah satu unsur pokok yang menopang pembentukan oligarki politik Indonesia. 

Dalam artikel “The World Bank and the IMF in Indonesia: an emblematic interference”, Eric menggambarkan para Jenderal mengembangkan perusahaan minyak publik Pertamina sedemikian sukses sehingga pada bulan Februari 1975 telah menjadi perusahaan Asia terbesar diluar perusahaan besar Jepang). Ukuran perusahaan terbesar ini tentu saja diukur dari sisi aset, kekayaan dan transaksi keuangannya. 

Dikatakan Eric Toussaint bahwa konglomerasi Pertamina dalam ekonomi tidak hanya mengekstraksi dan memurnikan hidrokarbon, tetapi juga memiliki rantai hotel dan sejumlah tanker minyak. Pertamina memperbaiki infrastruktur pelabuhan negara, dan membangun jalan dan rumah sakit. Perusahaan publik ini aktif di bidang asuransi dengan kantor di Hong Kong, Los Angeles, Singapura dan Tokyo. 

Jadi dalam ukuran transaksi dan keuangan yang dimiliki pertamina, perusahaan ini menjadi dasar bagi tumbuh dan berkembangnya perbankkan, sektor keuangan dan asuransi di Indonesia. Uang yang berputar dalam transaksi minyak, yang dihasilkan oleh ekspor minyak merupakan asupan utama bagi sektor keuangan dan perbankkan Indonesia. 

Tidak hanya itu, Eric mengatakan bahwa pertamina memainkan peran kunci dalam strategi industrialisasi dengan substitusi impor. Hal ini adalah strategi kunci bagi orde baru dalam membangun industri nasional dan mendorong transformasi ekonomi dari Pertanian ke industri. Maka dengan demikian Pertamina boleh dikatakan menjadi sumber bagi tumbuh dan berkembangnya konglomerasi di bidang pangan dan otomotif yang eksis hingga saat ini.

Bagaimana dengan kekayaan Pertamina dalam bidang property? Jangan ditanya Pertamina adalah pionir dalam sektor ini. Pertamina menguasai tanah dalam jumlah yang sangat luas terutama di kota-kota, melebihi penguasaan perusahaan manapun di Indonesia. Pertamina membangun hotel, perumahan, rumah sakit, pembangkit listrik, jalan, jembatan, pelabuhan, dan lain sebagainya dan semuanya masih ada sampai saat ini. Jadi Pertamina adalah konglomerat paling kaya dalam bidang property. 

Pertanyaannya, masihkah kekayaan ini ada di tangan Pertamina? Sudah berapa besar aset dan kekayaan itu yang berpindah tangan ke birokrat, swasta dan para taipan?. Mengapa Pertamina sekarang tampak sebagai perusahaan sekarat, untung sedikit, bahkan rugi, utang menumpuk segunung, mau bangun apa saja Pertamina terkendala karena tidak memiliki lahan. 

-- Salamuddin Daeng, peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Jakarta

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->