Prank Ojol: Kejahatan yang Disamarkan oleh Sedekah dan Konten Gurauan

  Senin, 02 Desember 2019   Adib Auliawan Herlambang
Ilustrasi (suara.com)

Konten video prank di youtube sudah menjamur bahkan dari tahun lalu. Mulai dari channel  Atta Halilintar dengan konten prank cewek matre, prank jadi gembel, hingga konten prank Baim Wong yang menyamar menjadi orang gila. Namun akhir-akhir ini muncul sebuah ide konten prank baru yang disebut prank ojek online atau yang selanjutnya disebut prank ojek online yang video-videonya banyak bertebaran di youtube.

Para youtuber yang membuat video konten prank ojol di youtube tersebut sebenarnya menggunakan cara yang hampir sama. Biasanya mereka memesan makanan dalam jumlah banyak yang harganya ratusan ribu hingga 1 juta rupiah. Setelah itu, tiba-tiba pemesan mendadak tidak bisa dihubungi dan akhirnya pesanan dibatalkan. Cara lain yang digunakan yaitu dengan berpura-pura tidak mengakui pesanan tersebut sehingga timbullah kesedihan, kebingungan dan kekecewaan di wajah driver ojol. Kemudian setelah merasa puas mempertontonkan kesedihan dan  kekecewaan itu si pemesan atau youtuber meminta maaf kemudian memberi sejumlah uang.

Salah satu contoh konten video prank ojol adalah dari chanel youtube bernama hasanjr11. Dilansir dari bombastiscom, video yang berjudul “ORDER PIZZA 1.000.000 GW CANCEL, TERUS GW GA NGAKU KALO ORDER! BAPAK INI NANGIS” ini menayangkan si youtuber / pemilik chanel ini melakukan prank kepada seorang bapak driver ojol dengan mengorder pizza hingga 1 juta rupiah kemudian dicancel dan membuat si bapak menangis. Setelah itu ia meminta maaf dan memberi sejumlah uang. Alih-alih mendapat pujian dan dukungan karena telah bersedekah, namun videonya malah mendapat banyak komentar negatif. Saat ini video tersebut sudah tidak tersedia di chanel aslinya, mungkin sudah dihapus pemilik atau di takedown oleh pihak youtube. Namun beberapa chanel sudah melakukan re-upload video tersebut seperti chanel N.S Asia Oficial.

Di chanel N.S Asia Oficial yang mereupload, video tersebut masih mendapat banyak komentar negatif dari penontonnya. Berikut adalah beberapa komentar negatif di video tersebut.

“Gausah buat konten konten beginian lah kasihan abang ojolnya di awal udh sakit hati kalau misalnya mereka langsung jantungan gimana emang mau nanggung jangan sementang punya duit banyak makanya seenaknya gituin orang kasihan abang ojolnya :'(, Tulis akun getha valencia.

Tega lu mempermainkan kondisi perekonomian ojol demi popularitas.....Sadis lu, semoga dapet Hidayah...!!!

Kehabisan ide cari content yg positif apa..??? Tulis akun Waz Up.

Reza Arap dan Jerome Polin Sijabat pun tidak ketinggalan memberikan tanggapan mengenai video prank ojol yang serupa itu. Dilansir dari liputan6com, Dalam akun Twitter-nya @JeromePolin, ia mengatakan bahwa prank yang melibatkan pekerjaan seorang ojek online sangatlah tidak baik dan tidak boleh dibiarkan.

“Kalo kek ginian dibiarin terus dan orang2 tetep nonton, lama2 bisa aja muncul yang sejenis kayak: “ngotorin lantai yang baru dipel sama cleaning service, SAMPE NANGIS!” pura pura ngasih duit ke pengemis, tapi gajadi. SAMPE NANGIS,” tulis @JeromePolin.

“Buat orang sampe nangis, bahkan mungkin trauma trus akhir2nya bilang prank, kasih uang. Eh, uangmu itu gak nyelesaiin masalah. Ga selamanya semua tentang uang,” sambungnya lagi.

Reza Arap juga menganggap bahwa tren prank ojol menyebalkan dan tidak baik bagi para ojek online. “Dan setelah gua lihat-lihat ya memang sudah cukup menyebalkan ya. Tapi, setelah gua pikir-pikir ini kan gak baik buat abang-abang ojol ya,” kata Reza dalam video yang diunggahnya pada Selasa (24/11/2019). Dalam video berdurasi 7 menit 23 detik itu, Reza Arap menegaskan bahwa video yang diunggahnya juga ia dedikasikan untuk para ojol agar bisa menangani keseingenan orang-orang tidak bertanggung jawab.

“Yang pertama kalian tolak dulu pemberian mereka, setelah itu kalian bisa lapor ke pihak yang berwajib. Kenapa? Kenapa gua bilang harus di tolak dulu karena biar kasusnya stay atau berhenti di mereka yang tidak mau bayar pesanan mereka sendiri. Karena apa, karena abang punya semua buktinya, abang punya semua capturerannya, abang punya semua namanya, nomor teleponnya gitu,” lanjut Reza. (liputan6.com, 28/11/2019).

Ternyata bukan hanya warganet, Reza Arap dan Jerome Polin saja yang geram dengan konten semacam ini. Driver ojol pun mengatakan hal yang sependapat. Salah satu driver ojol, Maliatul Akbar yang sempat diwawancari oleh detikcom mengaku kecewa atas tindakan itu. "Nggak manusiawi, kalau ditanya nyebelin, ya nyebelin," ucap Mailatul Akbar saat ditemui detikcom di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (29/11).

Mailatul meminta agar setiap YouTuber introspeksi sesudah melakukan prank. Dia berpesan agar konten-konten yang dibuat YouTuber itu tidak melukai hati seseorang, baik driver ojol maupun bukan.

"Saya ada pesan untuk yang ngeprank, coba mikir kalau dirinya sendiri atau keluarganya yang jadi driver, mungkin kan yang dirasain pasti sama ada kecewa sakit hati ya, seperti itulah kira-kira," kata Mailatul. (news.detik.com, 29/11/2019)

Beberapa tanggapan/komentar diatas adalah sedikit komentar yang mungkin juga mewakili pendapat banyak masyarakat Indonesia. Dari situ juga dapat terlihat jelas bahwa konten prank ojol ini sangat dikecam, dihujat dan sangat memicu kemarahan banyak pihak, terutama dari pihak yang menjadi objeknya yaitu driver ojol. Ketika dibilang yang mereka lakukan itu suatu kejahatan, banyak yang berdalih itu hanya gurauan, niatnya hanya bercanda, lagipula mereka merasa bahwa dengan memberi sejumlah uang kepada pihak yang telah mereka buat sedih dan kesal, uang itu bisa mengobatinya. Padahal hal itu malah semakin menunjukkan kesombongannya dengan menganggap semua bisa dibeli dengan uang, termasuk sakit hati akibat ulahnya itu. Padahal di lain pihak (driver ojol), hal itu membuat mereka merasa  rendah dan tak berdaya, menjadi makhluk lemah yang kebahagiaannya dengan mudah dibeli oleh sejumlah uang yang nilainya juga tak seberapa.

Untuk para youtuber diluar sana yang menjadikan prank ojol sebagai konten videonya, segera berhentilah. Perbuatanmu itu termasuk kejahatan. Meskipun secara yuridis hukum perdana belum bisa disebut sebagai kejahatan karena dalam hukum pidana yang dimaksud kejahatan masih harus terpaut dengan kekerasan, namun secara sudut pandang sosiologis menurut R. Soesilo yang menyebutkan bahwa kejahatan adalah perbuatan atau tingkah laku yang selain merugikan si penderita, juga sangat merugikan masyarakat yaitu berupa hilangnya keseimbangan, ketentraman dan ketertiban, perbuatan itu termasuk dalam merugikan berupa hilangnya ketentraman driver sehingga bisa dikatakan sebagai kejahatan. (hukumonline.com)

Jangan jadikan kata bercanda dan sedekah dengan memberi uang itu sebagai topeng untuk melancarkan aksimu menyakiti hari orang lain. Pihak manapun tidak akan ada yang membenarkan berbuat baik dengan menyakiti hati terlebih dahulu. Untuk pihak pemerintah juga seharusnya bisa segera lebih tegas untuk menangani hal ini dengan membuat undang-undang agar ada peraturan hukum yang bisa menjerat si content creator prank ojol dan video-video serupa tidak bertambah banyak dan bahkan lenyap dari youtube.

Penulis: Heni Fitriani

 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->