Distaru Bakal Putus Kontrak Kontraktor RSUD Mijen

  Senin, 02 Desember 2019   Afri Rismoko
Pembangunan RSUD Mijen tahap pertama. (Ayosemarang.com/Afri Rismoko)

MIJEN, AYOSEMARANG.COM -- Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang bakal melayangkan surat peringatan 3 dan pemutusan kontrak kepada kepada kontraktor pembangunan tahap pertama RSUD Mijen. Hal itu diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pembangunan RSUD Mijen Kelas D, Beta Marhendriyanto, Senin (2/12/2019) saat meninjau RSUD tipe d itu.

"Kami telah melayangkan surat peringatan (SP) ke-2 kepada kontraktor yang membangun RSUD Mijen,"ujarnya.

AYO BACA : PT Daya Bangun Mandiri, Kontraktor RSUD Mijen Bakal Dipanggil Dewan

Pihaknya telah merapatkan terkait adanya keterlambatan pengerjaan RSUD Mijen dengan kontraktor, Jumat (29/11/2019). Menurutnya, mereka menyatakan kesanggupan untuk menyelesaikan pembangunan tersebut dengan melakukan percepatan.

“Katanya mereka sudah menyatakan akan melakukan percepatan dengan bekerja 24 jam yang dibagi 3 shift. Bahan juga akan didatangkan lebih awal. Tapi, sampai Senin (2/12/2019) pekerja hanya beberapa, mereka seperti tidak terlihat serius,”ujarnya.

AYO BACA : 56 Calon Pengemudi BRT Trans Semarang Ikuti Pembekalan

Namun pantauan Ayosemarang.com dilokasi memang hanya ada lima pekerja yang melakukan pekerjaan di lokasi tersebut. Jumlah tersebut sangat minim mengingat area yang dibangun cukup luas. 

Dalam papan informasi proyek pembangunan tersebut tertulis kontraktor yakni PT Daya Bangun Mandiri. Adapun konsultan pengawas yakni PT Gatra Upanyasa Ripta.

Nilai anggaran sebesar Rp. 10.412.444.000. Pekerjaan pembangunan RS Mijen tahap satu itu ditargetkan rampung 15 Desember 2019 mendatang.

Beta menerangkan,pembangunan tahap pertama saat ini baru mencakup 45 persen dan minus sekitar 55 persen.

“Begitu tidak selesai pekerjaan tahap pertama kami putus kontrak. Kami cairkan jaminan pelaksanaannya. Kami bayar hanya yang dikerjakan saja,”tandas pria yang menjabat sebagai Kabid Penataan dan Pemanfaatan Bangunan Gedung pada Dinas Penataan Ruang Kota Semarang itu. 

AYO BACA : Kota Semarang Diprediksi Tenggelam Sebagian Tahun 2050


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->