Diduga Hina Nabi Muhammad, FPI Laporkan Gus Muwafiq ke Bareskrim Polri

  Selasa, 03 Desember 2019   Adib Auliawan Herlambang
Kyai Nahdlatul Ulama (NU) Gus Muwafiq (keempat kiri) berdakwah saat Tabligh Akbar dan Shalawat Harlah NU ke-93 di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (5/3/2019) malam. (ANTARA FOTO/HS Putra/aww.)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Front Pembela Islam (FPI) laporkan Ulama Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq terkait ceramah yang diduga hina Nabi Muhammad. 

Gus Muwafiq dilaporkan ke Bareskrim Polri, atas tuduhan menistakan agama, pada Selasa (3/12/2019).

Laporan di Bareskrim Polri tersebut dibuat oleh seorang warga bernama Amir Hasanudin yang juga anggota DPP FPI.

AYO BACA : Gus Muwafiq Berikan Klarifikasi soal Video Ceramahnya, Gus Miftah: Mohon Dimaafkan Ya

Aziz Yanuar selaku kuasa hukum mengklaim, ceramah Muwafiq di Purwodadi, Jawa Tengah beberapa waktu lalu dianggap menghina Islam.

"Kami mau melaporkan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Muwafiq beberapa waktu lalu. Itu termasuk dalam penghinaan Islam dan kami sangat marah," klaim Aziz.

Senada dengan Aziz, Amir juga menuding Muwafiq menggunakan bahasa jawa dalam melecehkan Nabi Muhammad SAW.

AYO BACA : Lawan PSIS, Persipura Tetap Terapkan Permainan Agresif

Dalam ceramahnya, Muwafiq mengatakan Nabi Muhammad "merembes"—bisa diartikan ingusan.

"Dalam bahasa Jawa itu ada kalimat ‘merembes’, itu maknanya banyak. Bahwa Rasullulah itu sifatnya dekil, kotor, jadi sifat-sifat yang tidak enak buat kami," klaim Amir.

Dalam hal ini, Amir mendengar ceramah Muwafiq melalui media sosial YouTube. Dari temuan itu, lantas ia bergerak dengan membuat laporan ke pihak kepolisian.

Kekinian, Amir dan Aziz masih berada di Bareskrim Polri dan tengah berada di ruangan penyidik terkait pelaporannya.

Dalam ceramahnya di Purwodadi belum lama ini, Muwafiq bercerita soal masa kecil Rasulullah. Dia tidak sependapat bila Muhammad digambarkan sebagai sosok yang berlebih-lebihan ketika kecil.

"Sekarang ini digambarkan nabi lahir itu seperti ini, seperti ini. Nabi lahir biasa saja, enggak usah tiba-tiba dibuat bersinar. Kalau bersinar ketahuan, dipotong sama temannya Abrahah. Ada yang menceritakan, nabi lahir bersinar sampai langit. Kalau begitu ya dicari orang Yahudi, dibunuh. Biasa saja, lahir. Masa kecilnya rembes, ikut mbah. Anak kecil itu kalau ikut mbah pasti tidak terlalu terurus, di mana-mana. Mbah itu di mana saja kalau mengurusi anak kecil itu tidak bisa," kata Gus Muwafiq dalam ceramahnya.

AYO BACA : Gus Muwafiq: Tidak Perlu Ada Perda Syariah di Indonesia


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->