Mobil Dinas Bupati Karanganyar Ganti Rubicon, Dibeli Pakai APBD

  Sabtu, 07 Desember 2019   Adib Auliawan Herlambang
Bupati Karanganyar Juliyatmono. (Istimewa)

KARANGANYAR, AYOSEMARANG.COM -- Mulai Desember 2019, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengganti mobil dinasnya dengan Jeep Wrangler Rubicon. 

Diketahui, Pemkab Karanganyar membeli Jeep Wrangler Rubicon seharga Rp 1,989 miliar menggunakan APBD Perubahan 2019.

Seperti dilansir Suara.com, Plt Kepala Badan Keuangan (BKD) Kabupaten Karanganyar, Narimo menyampaikan, rencana penggantian mobil dinas bupati sudah bergulir sejak 2018 silam. Namun, Karena proses lelang yang 4 kali gagal, rencana itu baru terealisasi pada akhir 2019.

AYO BACA : Pemkab Karanganyar Tutup Warung Daging Anjing Mulai Pekan Depan

"Sebenarnya sudah sejak tahun 2018. Tapi lelang gagal, lelang lagi, gagal lagi. Kemudian di tahun 2019 dilakukan lelang lagi menggunakan APBD Perubahan 2019. Sempat gagal lagi, lalu terakhir lelang cepat ada pemenangnya. Baru Senin kemarin," katanya, pada Jumat (6/12/2019)

Meskipun bernilai besar, menurutnya, spesifikasi mobil dinas untuk Bupati Karanganyar tidak melanggar aturan. Pasalnya, Jeep Wrangler Rubicon yang dibeli berkapasitas 2.000 cc.

"Mobilnya kan tidak menyalahi aturan karena maksimal untuk mobil dinas bupati itu 2.500 cc. Ini yang dibeli juga cc yang kecil. Jadi masih di bawah ketentuan aturan. Rencananya mobil itu paling lambat datang 27 Desember ini,” jelas dia.

AYO BACA : Villarreal Paksa Atletico Madrid Bermain Imbang Tanpa Gol

Terkait alasan pemilihan Jeep Wrangler Rubicon, Narimo menuturkan kontur geografis Kabupaten Karanganyar yang banyak di kawasan lereng gunung menjadi alasan utama.

Menurutnya, mobil berjenis jeep sangat cocok untuk menunjang kinerja bupati ketika akan menuju lokasi desa-desa di pegunungan.

"Kalau mobilnya kan Jeep. Itu cocok untuk geografis di Karanganyar. Saya rasa itu alasannya. Di sini kan banyak pegunungan dan terjal,” katanya.

Kepala Unit Lelang Pengadaan (ULP) Karanganyar, Dwi Cahyono, menjelaskan kegagalan lelang pada 2018 disebabkan beberapa syarat yang tidak terpenuhi.

Dalam pelelangan, dicantumkan senilai Rp2,1 miliar dan disepakati pemenang lelang dengan nilai Rp1,989 miliar.

"Untuk pemenang lelangnya perusahaannya apa saya lupa, tapi itu dari Jakarta. Kami memenangkan lelang dengan harga terendah. Memang sebelumnya ada kegagalan empat kali tapi kemudian terakhir lelang cepat dan ada pemenangnya," kata dia.

AYO BACA : Pemkab Karanganyar Pastikan PPDB Dilakukan Secara Daring, Ini Alasannya


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar