Belajar Bahasa Asing, Tak Cinta Negara Sendiri?

  Kamis, 19 Desember 2019   Adib Auliawan Herlambang
Ilustrasi (Istimewa)

Zaman sudah modern, era globalisasi semakin meluas ke seluruh dunia, pengaruh dari negara negara luar pun semakin besar. Bisakah kita ber adaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin maju? Perkembangan zaman pun menuntut kita mau tidak mau untuk bisa beradaptasi.

Belajar budaya negara lain merupakan hal yang menyenangkan, karena kita tentu bisa mengenal ragam bahasa,budaya atau hal lain dari negara tersebut.Selain menyenangkan belajar budaya asing memberikan kita ilmu baru untuk mempe;ajari bahasa dan budaya dari negara tersebut.

Namun, ditengah perkembangan zaman yang semakin modern muncul banyak pro dan kontra, yaitu ‘labelling’ sebagai orang yang tidak cinta dengan negara sendiri karena kita belajar budaya asing atau tetap diam dan tidak mau ber adaptasi dengan perkembangan zaman dimana hubungan dengan dunia internasional menjadi hal yang penting. 

Hal ini tentu akan membuat orang yang ingin belajar budaya asing berpikir dua kali karena anggapan jika kita belajar budaya asing kita tidak mencintai dan menghargai budaya sendiri sedangkan kita tidak hanya berinteraksi dengan negara kita sendiri saja.

Lalu apakah dengan belajar bahasa asing itu berarti kita tidak cinta dengan bahasa dan negara  sendiri? Tentu tidak bukan, hanya karena kita belajar budaya asing bukan berarti kita tidak cinta dengan negara kita sendiri. Saya sendiri bangga dengan negara Indonesia dimana banyak sekali terdapat keragaman budaya, suku, dan ras. Saya bangga bisa terlahir sebagai warga negara Indonesia.

Jika dilihat dari perkembangan Indonesia sekarang yang memasuki industri 4.0 maka kita dituntut untuk menguasai bahasa asing karena dengan menguasai bahasa asing akan mempermudah kita untuk berinteraksi dengan dunia internasional. Semakin banyak kita menguasai bahasa asing maka akan lebih mempermudah kita dalam ber interaksi dan bersosialisasi dengan masyarakat negara lain.

Menurut saya di era sekarang kita dituntut untuk mampu menguasai bahasa inggris dan bahasa mandarin. Bahasa mandarin menjadi bahasa yang penting dikuasai karena perekonomian sekarang banyak didominasi oleh negara China, untuk itu kita dituntut agar bisa menguasai bahasa mandarin. 

Selain itu di era Presiden Jokowi ini industri 4.0 semakin gencar untuk dikembangkan guna memampukan Indonesia untuk lebih berdaya saing global. 

Dan di era sekarang ini kesempatan kita untuk bekerja di luar negeri pun juga semakin besar hal ini berarti kesempatan orang dari negara lain yang ingin bekerja di Indonesia juga semakin besar yang berarti persaingan menjadi semakin ketat. 

Oleh karena itu kita dituntut untuk menguasai baik soft skill maupun hard skill agar kita tidak kalah dengan orang lain dan kita memiliki kesempatan yang besar juga untuk diterima.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan kita belajar mengenai budaya asing tidak berarti kita meninggalkan budaya kita sendiri. Dimanapun kita berada kita harus tetap ingat dengan budaya dari negara kita sendiri, junjung tinggi budaya kita agar orang lain bisa tahu dengan budaya negara kita Indonesia, sehingga negara Indonesia bisa semakin dikenal di dunia internasional. 

Penulis: Albertus Hans Surya Hanandra

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar