Gold Pencil, Wadah Kreatif untuk Kartunis Muda Semarang

  Rabu, 01 Januari 2020   Abdul Arif
Pendiri komunitas kartun Gold Pencil, Jitet Kustana berbagi pengalaman kreatif menggambar kartun di kelas kartun Gold Pencil. (dok)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM-- Pameran kartun Jitet and Friends yang diadakan pada 26-27 Agustus 2017 menjadi titik balik bagi kartunis di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. 

Pameran yang berlangsung di Candirejo, Borobudur Magelang itu melahirkan gagasan untuk membentuk komunitas Gold Pencil yang digagas oleh kartunis senior Semarang, Jitet Kustana, Suratno dan kartunis muda Abdul Arif.

Jitet and Friends saat itu memamerkan karya kartunis top dunia dan siswa sekolah menengah yang berpartisipasi dalam kelas kartun Jitet dan Suratno.

Siswa tersebut hanya dilatih selama beberapa bulan. Namun demikian, mereka telah menunjukkan kualitasnya dengan tampil sebagai finalis di sejumlah kontes kartun internasional. Bahkan, beberapa dari mereka tampil sebagai juara, seperti Rahma Sekar yang memenangkan kontes FaceMi Humor Cartoon Exhibition 2017, Shanghai, China dengan gelar Bronze Prize.

Hasil itu membuat para kartunis ingin lebih serius mengembangkan seni kartun di Semarang. Sebelumnya, perkembangan seni kartun terbatas oleh komunitas.

Selama ini, kaderisasi kartunis belum sepenuhnya dipertimbangkan. Padahal, kota Semarang telah menadapat julukan sebagai ibukota kartun Indonesia.

Jitet bersama dengan beberapa kartunis dari Semarang, bersemangat ingin mengembangkan pola kaderisasi kartunis yang lebih terarah. Dia berharap Gold Pencil bisa menjawab masalah yang dihadapi selama ini.

"Gold Pencil adalah jawaban untuk kegelisahan kita dalam mengembangkan seni kartun untuk saat ini," kata Jitet.

Jitet bercita-cita, melalui Gold Pencil, ia ingin berkontribusi untuk menciptakan kartunis baru di Semarang yang dapat mewarnai panggung seni dunia.

Selama setahun, kegiatan di Gold Pencil berlangsung berbasis komunitas. Hingga pada 21 April 2018 Gold Pencil secara resmi memiliki badan hukum dengan nama Yayasan Pensil Emas Indonesia. Sejak itu Jitet dan sejumlah kartunis di Semarang semakin mantap dalam mengembangkan sejumlah program pembelajaran kartun.

Sekolah Kartun

AYO BACA : Bekali Kartunis Muda Semarang, Gold Pencil Indonesia Gelar SCC Chapter 2

Sebagai lembaga yang fokus dalam pengembangan dan studi kartun, Gold Pencil lebih fokus pada pendidikan. Kepala Yayasan Pensil Emas, Abdul Arif mengatakan, Pensil Emas memiliki tiga program pelatihan pendidikan dan kartun, yaitu ekstrakurikuler kartun, Sekolah kartun, dan Semarang Cartoon Camp (SCC).

"Untuk ekstrakurikuler, kami bekerja sama dengan beberapa sekolah untuk membuka kelas kartun di luar jam sekolah," kata Arif, Minggu (1/1/2020).

Arif juga mengatakan bahwa hingga saat ini, ada tiga sekolah yang bekerja sama dengan Pensil Emas, yaitu SD IT Bunayya Semarang, SMP IT PAPB Semarang dan SMP negeri 42 Semarang. Dia berharap ke depan lebih banyak sekolah bergabung.

Sementara itu, sekolah kartun dirancang dalam bentuk pendidikan pendek. Sekolah ini dibuka untuk siswa SMP dan SMA. Kelas pertama dibuka pada hari Minggu, 16 Desember 2018 di Jalan Nakula II No 5, Pendrikan Kidul, Kota Semarang.

Manajer Sekolah Gold Pencil, Adi Prehanto, mengatakan ada enam siswa yang berpartisipasi dalam Program Sekolah Kartun perdana. Mereka adalah Edo Julius A (SMP 17 Semarang), Kamilah Nariswari Pasaribu (SMP Islam Hidayatullah Semarang), Ardhika Putra (SMK Negeri 4 Semarang), Arnawa Ugra Wicaksana (SMA Negeri 11 Semarang), Helen Purnama Lee (SMA Sedes Sapientie) dan Noor Aisha Laksmi Avatari.

"Siswa belajar seni kartun selama lima bulan," kata Adi.

Adi mengatakan, ada lima kartunis yang menjadi tutor di sekolah. Mereka adalah Jitet Kustana, Suratno, Djoko Susilo, Danny Yustiniadi, Abdul Arif dan Dias Safira Salsabilla.

Selama lima bulan, kata Adi, siswa belajar tentang beberapa aspek, seperti pembuatan karakter, teknik menggambar, teknik pewarnaan, dan pengembangan ide.

"Kami juga mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam pameran dan kontes kartun internasional," kata Adi.

Masih menurut Arif, program pendidikan lain ada Semarang Cartoon Camp (SCC). Ini merupakan program tahunan yang terbuka untuk siswa dan masyarakat umum. 

"Program ini diikuti oleh mahasiswa yang ingin belajar kartun. Sekaligus ajang rekrutmen anggota baru Gold Pencil," kata Arif.

AYO BACA : Jitet Kustana Jadi Juri Kontes Kartun Yerusalem di Turki

Pameran Kartun Internasional

Selain membuka kelas kartun, Gold Pencil juga aktif dalam menyelenggarakan pameran dan kontes kartun internasional. Hingga saat ini, Gold Pencil telah mengadakan sejumlah acara internasional, seperti International Tobacco Cartoon Exhibition 2017, World Book Day Cartoon Exhibition 2018, dan PAPB International Cartoon Festival 2019.

"Pameran kartun sebagai upaya menjaga seni kartun agar tetap eksis," kata Arif.

Meskipun sudah ada beberapa acara yang dilakukan, Gold Pencil tidak memiliki acara internasional yang diadakan secara rutin. Arif mengatakan, masih banyak kendala yang dihadapi saat menggelar acara seni kartun. 

Kendala utama yang dihadapi adalah masalah pendanaan. Ia berharap, ada banyak pihak yang ikut mendukung kegiatan seni kartun.

"Kami selalu membuka diri kepada siapa pun yang memiliki misi mengembangkan seni kartun, terutama untuk kampanye kebaikan," katanya.

Anggota baru FECO

Januari 2019 lalu, pendiri Gold Pencil Jitet Kustana mendapat undangan untuk pameran kartun di European Cartoon Center (ECC) Kruishoutem, Belgia. Selain memamerkan karya, Jitet juga menjadi juri dalam rangkaian kontes kartun Euro Kartoenale dengan tema "The Wall". 

Dalam pameran tersebut Jitet bertemu dengan presiden Federation of Cartoonists Organization (FECO), Peter Nieuwendijk yang juga sebagai juri. Pertemuan tersebut kemudian memberikan peluang bagi Gold Pencil untuk bergabung sebagai anggota baru FECO.

Dalam majalah FECONEWS Edisi 66 Juni 2019, FECO secara resmi mengumumkan Gold Pencil sebagai anggota baru FECO dengan Jitet Kustana sebagai presiden FECO Group Indonesia.

"FECO adalah wadah komunikasi kartunis dunia. Ini adalah kesempatan bagi kartunis untuk bergaul dengan kartunis dunia lainnya yang merupakan tokoh dari negara mereka," kata Jitet.

Dengan bergabung dengan FECO, Jitet berharap bahwa seni kartun di Indonesia bisa tumbuh lebih baik.

AYO BACA : Ini Karya Wartawan Ayosemarang.com yang Pernah Menang Kontes Kartun Internasional


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar