Kartunis Semarang Ramai-ramai Kirim Karya ke World Press Cartoon Portugal

  Kamis, 02 Januari 2020   Abdul Arif
Kartunis Djoko Susilo menunjukkan karyanya yang diikutsertakan dalam Wolrd Press Cartoon 2020, Kamis (2/1/2020). (Ayosemarang.com/ Abdul Arif)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM-- Kartunis Semarang ramai-ramai kirim karya ke World Press Cartoon 2020, Caldas Da Rainha, Portugal. Mereka merupakan kartunis yang tergabung dalam komunitas Gold Pencil. 

"Saya kirim dua karya. Satu karya tentang anak-anak korban perang," kata Darsono, Kamis (2/1/2019). 

Satu lagi karya Darsono tentang perdamaian dunia. Tema itu ia sajikan dalam visual simbol dua jari yang ketakutan. Dua karya itu pernah dimuat di majalah online mercusuar.id. 

AYO BACA : Selesai Dibangun, Pedagang Berharap Segera Tempati Pasar Johar

Kartunis lainnya, Djoko Susilo ikut mengirimkan tiga karyanya. Satu di antaranya ia membuat karya karikatur Greta Thunberg, aktivis lingkungan asal Swedia yang masih berusia 16 tahun. Sosok tersebut sempat viral karena aksinya.

Djoko juga membuat karikatur yang menggambarkan perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Isu tersebut ia visualkan dalam bentuk adu panco antara AS dan Tiongkok. "Karya ini dimuat di Suara Merdeka cetak," katanya.

Kartunis lainnya, Partono juga mengikutsertakan dua karyanya tentang perdamaian. Seorang prajurit ia gambarkan sedang bertempur. Namun, di tengah kesibukannya dalam perang masih menghibur anak kecil dengan mainan boneka. "Ini temanya humanity," katanya.

AYO BACA : Ganjar Minta Dua Pompa Sringin yang Rusak Segera Diperbaiki

Ketua Gold Pencil, Abdul Arif mengatakan, dalam kesempatan itu ada tujuh kartunis yang ikut mengirimkan karya bersama untuk World Press Cartoon. Ia menjelaskan, World Press Cartoon merupakan organisasi independen yang menyelenggarakan kontes kartun pers bergengsi di dunia. Lembaga tersebut berbasis di Lisbon, Portugal. 

Ajang tersebut, lanjut dia, mempertemukan karya kartun media dari seluruh dunia. "Pameran World Press Cartoon akan dilaksanakan di Caldas da Rainha. Ada tiga kategori kartun yang dilombakan, yaitu kartun editorial, kartun gag dan karikatur," katanya.

Arif berkesempatan mengikutsertakan dua karyanya. Satu di antaranya kartun tentang pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat yang dilakukan Pemerintah beberapa waktu lalu. Karya tersebut dimuat di media Ayosemarang.com.

"Pemblokiran internet itu menghambat hak masyarakat untuk menerima informasi yang benar. Juga mengganggu kerja kawan-kawan jurnalis," katanya.

Arif berharap, kartunis Semarang ada yang lolos dalam kontes tahunan tersebut. "Ya minimal masuk seleksi dalam katalog. Syukur ada yang menang dan diundang ke Portugal," katanya.

AYO BACA : Puluhan Orang Meninggal Akibat Banjir, GP Ansor Sampaikan Duka Cita


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar