Stop! Jangan Buang Bangkai Tikus di Jalan

  Sabtu, 11 Januari 2020   Adib Auliawan Herlambang
Ilustrasi (Istimewa)

Kota Semarang mulai memasuki musim penghujan, disepanjang jalan banyak genangan air dan becek. Pada salah satu jalan ada bangkai tikus yang terlindas mobil, bisa dibayangkan darah mengalir dari bangkai tikus diguyur air hujan akan tersebar ke aliran air menjadi berwarna merah. 

Bagi pengguna jalan yang bermobil tidak kecipratan darah ini, tetapi bagi pengendara sepeda motor,pejalan kaki dan warga sekitar akan merasakan dampak dari bangkai yang dibuang akan merasa jijik dan terganggu dari bau yang tak sedap. Hal ini semua baru efek yang terlihat secara nyata, belum dari efek penyebaran bakteri yang tidak terlihat.

 Apalagi pada saat musim penghujan kondisi tubuh pengguna jalan  banyak yang menurun imunitas tubuhnya sehingga mudah sekali terserang penyakit, salah satunya bakteri yang ditimbulkan dari bangkai tikus ini.

Humane Society of the United States mencatat bahwa tikus adalah binatang yang dapat menyebarkan penyakit ke manusia dan makhluk hidup lainnya. Biasanya ia menularkan penyakit dari urine, gigitan, bahkan kutu yang menempel di tubuh tikus. Sedangkan topik yang kita bahas kali ini tentang bangkai tikus di jalan dan pengaruhnya yang menyebabkan berbagai penyakit serius bagi tubuh manusia. 

Berikut penyakit yang ditimbulkan akibat pembuangan bangkai tikus di jalan:

Leptospirosis
Penyakit yang yang ditularkan dari urine atau feses tikus yang keluar pada saat bangkai  tikus di tabrak mobil atau motor. Parahnya urine dan feses tikus ini kebawa aliran air hujan dan bisa menyebar kemana-mana. Pada saat siang hari akan mengering dan terkena angin bertebaran masuk ke dalam membran mukosa dalam mulut. Saat terinfeksi penyakit ini, individu akan merasa sakit kepala, demam, muntah, ruam, dan nyeri otot. 

AYO BACA : Membuang Bangkai Tikus di Jalan Bisa Jadi Sumber Penyakit

Salmonellosis
Penyakit yang berasal dari tikus melalui kontak urine dan fesesnya melalui kulit. Lebih parah lagi pas musim penghujan bisa kecipratan jika urine dan feses ikut tergenang di aliran air akibat hujan akibat ada pengendara mobil atau motor yang melintas. Umumnya salmonellosis menyebabkan masalah pencernaan seperti diare, kram perut, dan demam.Orang dewasa yang mengalami kondisi ini sering kali sembuh dengan cepat jika imunitas tinggi atau tidak sehingga menyebabkan masalah kesehatan yang serius dalam jangka panjang. Namun ada pula beberapa kasus menjadi  parah, jika infeksi sudah memasuki ke dalam aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Plague
 Penyakit satu ini berasal dari kutu pada bangkai tikus yang menyebar pada hewan ke hewan atau hewan ke manusia. Plague memang bisa menghilang sendiri. Meski tidak lebih berbahaya dari jenis penyakit lainnya, penggunaan antibiotik akan lebih efektif untuk menangani kondisi ini. Gejala yang ditimbulkan meliputi demam, menggigil, lemah, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Jaga keseimbangan imunitas tubuh dengan minum dan makan yang cukup dan bergizi.

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
HPS menjadi jenis penyakit dari tikus yang cukup fatal. Penyakit ini cenderung menyerang pernapasan sehingga akan terasa sesak nafas. Individu yang sehat saja berisiko terinfeksi HPS jika ia terkena virus.

Akibat dari bangkai tikus yang dibuang di jalan banyak sekali penyakit yang ditimbulkan. Marilah kita sebagai warga kota semarang dengan bijak dan dimulai dari diri sendiri, warga RT, RW dan akhirnya menjadi kesadaran bersama untuk mengubur bangkai tikus tersebut.

 Pembakaran bangkai tikus juga sangat tidak dianjurkan karena asap dan debu yang terbawa angin jauh akan tersebar bakterinya terhirup oleh manusia. Dan imunitas tubuh kita yang kadang menurun pada saat musim hujan  akan sangat rentan terkena beberapa penyakit tersebut diatas. 

Penulis: Muslimah S Si MM Apt / Dosen Fakultas Kedokteran UNIMUS

AYO BACA : Warga Jijik Lihat Bangkai Tikus di Jalanan, Pakar: Sebaiknya Dikubur

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar