Makanan Kekinian Merebak, Pemerhati: Kuliner Semarang Tak akan Hilang

  Selasa, 14 Januari 2020   Vedyana Ardyansah
Pemerhati budaya Tionghoa Semarang, Jongkie Tyo (Ayosemarang.com/Vedyana Ardyansah)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Kota Semarang yang merupakan ibukota Jawa Tengah  memiliki bermacam kuliner yang menggiurkan. Hal tersebut tak lepas dari banyaknya pengaruh budaya dari, Jawa, Tiongkok, Timur Tengah, India dan Eropa.

Dari banyaknya pengaruh budaya tersebut. Budaya dari Cina paling banyak pengaruhnya terhdap kuliner di Semarang, ujar, Pemerhati Tionghoa Semarang, Jongkie Tyo, Selasa (14/1/2020).

AYO BACA : Laporan Khas: Pecinan Semarang, dari Kawasan Sempit jadi Kekuatan Ekonomi Semarang

Jongkie Tyo menyebutkan, beberapa makanan Semarang yang mendapat akulturasi dengan budaya Tionghoa antara lain, aneka olahan mie, lumpia, bakso dan lainnya.

Kalau pengaruh dari Timur Tengah itu contohnya, kebab, nasi kebuli. Kalau dari Eropa itu ya contohnya steak dan lainnya, imbuh pemilik Semarang Resto tersebut.

AYO BACA : Ramai Dibicarakan, Polres Purworejo Panggil Pimpinan Kerajaan Agung Sejagat

Sementara itu, di tengah perkembangan kuliner saat ini yang didominasi makanan kekinian, Jongkie menyebut, jika kuliner tradisional Semarangan akan tetap ada dan tidak akan hilang.

Kalau menurut saya, makanan tradisional tidak akan hilang meski saat ini banyak masakan kekinian. Karena makanan tradisional identik dan erat hubungannya dengan budaya kita, katanya.

Sebagai contoh. Pas kita adakan slametan, potong tumpeng masih banyak masyarakat yang melakukan itu. Kan itu erat hubungannya dengan budaya kita, katanya.

AYO BACA : Totok Santosa Hadiningrat Raja KAS Pernah Bikin Heboh soal Duit Bank Swiss


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->