Klaim Punya 2 Juta Triliun Poundsterling, Ketua King of The King Ngaku untuk Kesejahteraan Seluruh Dunia

  Sabtu, 01 Februari 2020   Adib Auliawan Herlambang
Ketua King of The Kings MH 101 NST Sukabumi, Moch Harzato (batik biru). (Antaranews)

SUKABUMI, AYOSEMARANG.COM -- Setelah Sunda Empire, kini publik dihebohkan dengan King of The King di Sukabumi, Jawa Barat. Ketua King of The Kings MH 101 NST Sukabumi, Moch Harzato mengklaim, menyimpan uang sebanyak 2 juta triliun poundsterling dan sejumlah barang berharga lain seperti emas.

"Uang dan harta tersebut kita siapkan untuk kesejahteraan rakyat tidak hanya Indonesia tapi seluruh dunia," tutur Harzato saat ditemui sejumlah wartawan dan unsur Muspika Kecamatan Cidahu di markasnya di Kampung Babakanpari, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, seperti pada Jumat (31/1/2020).

Tak diketahui sumbernya dari mana, Harzato hanya menunjukkan beberapa sertifikat agar muspika yang datang ke markasnya mempercayai bahwa ia adalah raja dari segala raja di dunia.

AYO BACA : Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus King of The King

Selain itu, ia pun menunjukkan sertifikat King of The King yang menyangkut perjanjian Green Hillton 1963 yang diluncurkan pada 1966. Uniknya lagi, Harzato mengaku bahwa setiap negara yang ingin membuat uang harus ada izin dahulu darinya.

Kemudian Harzato juga menunjukkan beberapa batang emas yang diduga palsu untuk membuktikan bahwa ia merupakan pemimpin dunia sesuai Perjanjian Green Hilton 1963.

Muspika yang datang ke markasnya pun terkejut dengan barang-barang milik M Harzato yang kemungkinan besar adalah palsu mulai dari berbagai sertifikat berbentuk lempengan emas dan kulit, piagam serta lainnya.

AYO BACA : Catatkan Kinerja Memuaskan, BPJAMSOSTEK Makin Optimistis di 2020

"Kalau King of The King yang ada di daerah lain saya tidak terpengaruh dan tahu tapi yang jelas saya ada pemimpinnya untuk melaksanakan tugas dan kewajiban serta harus ada yang membuat sejarah ke depannya," ucapnya.

Sementara, Kapolsek Cidahu AKP Afrizal mengatakan bahwa yang bersangkutan hanya berhalusinasi saja. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terkait munculnya markas King of The Kings yang berada di wilayah hukum Polsek Cidahu.

"Terkait barang dan harga yang dimilikinya sudah dipastikan palsu apalagi uang sampai sebanyak itu hanya halusinasi leader King of The Kings MH 101 NTS," katanya, seperti dikutip dari Republika, Sabtu (1/2/2020)

Dari pantauan di lokasi, markas tersebut berada di rumah mewah dengan mayoritas cat berwarna putih, tapi sebagian bangunannya sudah ada yang rusak dan terlihat tidak terurus serta catnya kusam. Bahkan hampir seluruh dindingnya terpasang lambang kerajaan "halusinasi" yang dibuat oleh pemimpin yang mengatas namakan raja dari segala raja.

Kemudian di dalamnya terdapat mobil jenis minibus dan terdapat ruangan khusus tempat penyimpanan barang berharga dan berbagai sertifikat milik pimpinan King of The Kings MH 101 NST.

AYO BACA : Catut Nama Bung Karno, PDIP Sebut Kemungkinan King of The King Sakit Jiwa


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar