Komisaris Baru Bank Jateng Diharap Dukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

  Sabtu, 01 Februari 2020   Arie Widiarto
Dewan Komisaris Bank Jateng yang baru yakni Edhi Chrystanto (Komisaris Utama Independen), Wawan Siswantono dan Darsono sebagai Komisaris Independen usai pengambilan sumpah dan pelantikan oleh Gubernur Ganjar Pranowo berfoto bersama dengan Dirut Bank Jateng Supriyatno, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng Soekowardojo dan Indra Yuheri mewakili Kepala OJK KR 3 di Hotel Patrajasa Semarang, Jumat (31/1/2020). (Istimewa)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh daerah untuk menggenjot perekonomian di wilayahnya dan memanfaatkan insentif yang diberikan pemerintah pusat untuk menarik investor datang. Namun sayangnya, ada masalah serius dimana investor banyak mengalami hambatan dan menjadi disinsentif mengenai regulasi dan birokrasi ijin yang tumpang tindih di daerah.

''Banyak keinginan investor datang ke Jateng untuk investasi, mari bersama-sama gaspol supaya ekonomi Jateng bisa tumbuh sampai 7 persen. Tujuh ini bukan sebagai angka kuantitatif tapi filosofis pitu- pitulungan karena banyak pihaknya komitmen membantu ya pengusaha, perbankan, pemerintah dll,'' kata Ganjar dalam keynote speechnya saat pelantikan dewan komisaris Bank Jateng yang baru dan seminar ekonomi Membidik Target Tujuh Persen di Hotel Patrajasa Semarang, Jumat (31/1/2020).

Daerah pun harus terus didorong membangun potensi yang ada dan melakukan percepatan dalam berbagai aspek. Soal lahan misalnya, menjadi insentif yang dibutuhkan oleh investor atau pengusaha. Menurut Ganjar, usulan mengenai tanah menjadi sebuah land banking system dimana tanah ini dikelola oleh negara dan bisa diberikan lebih murah, bahkan kalau perlu gratis maka ini menjadi satu insentif yang bisa mendorong investasi.

AYO BACA : Ganjar Ingin Hetero Space Lahirkan Banyak Enterprenuer Baru

''Kalau ini bisa dilakukan maka saingan kita seperti Vietnam bisa dilawan. Soal pungli juga jadi hambatan, mari kita ubah paradigma dan menghilangkan yang demikian. Kalangan perbankan pun bisa membantu mendorong pertumbuhan perekonomian ini,'' ujar Ganjar.

Dia pun mengingatkan, daerah bisa membuat terobosan untuk mendorong investasi namun jangan sampai industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini merusak tata ruang dan lingkungan. Aspek-aspek lingkungan harus selalu dijaga dan memprioritaskan pada renewable energy agar bisa menjadi satu konsep sustainable development.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengungkapkan, perbankan juga berkontribusi kuat dalam pertumbuhan ekonomi di Jateng yang diharapkan menjadi yang terdepan dalam menangani sektor usaha mikro kecil menengah hingga ekonomi yang bersifat komersil dan produktif.

AYO BACA : Klaim Punya 2 Juta Triliun Poundsterling, Ketua King of The King Ngaku untuk Kesejahteraan Seluruh Dunia

Keberadaan dewan komisaris yang baru saja dilantik yakni Edhi Chrystanto (Komisaris Utama Independen), Wawan Siswantono dan Darsono dimana keduanya sebagai Komisaris Independen diharapkan juga bisa memberikan nasihat, arahan untuk mengawasi Bank Jateng lebih baik lagi dalam performanya ke depan.

''Kerja sama dengan dewan komisaris dan direksi yang semakin kohesif saat ini juga akan lebih baik untuk mendukung percepatan pertumbuhan yang ditargetkan pemerintah,'' terang Supriyatno.

Sementara itu, Ekonom UGM Prof Sri Adiningsih dalam kesempatan tersebut juga menyatakan optimismenya atas target perekonomian Jateng di angka 7 persen pada tahun 2023. Ini juga didukung tren laju pertumbuhan ekonomi yang meningkat, di atas laju pertumbuhan nasional dan potensi pendukung Jateng yang luar biasa. 

Stabilitas ekonomi makro yang terjaga, digitalisasi ekonomi yang berkembang cepat di daerah dan dalam berbagai sektor bahkan merambah hingga ke kota kecil di perdesaan juga menjadi modal dasar dalam pembangunan.

Dana desa menurutnya juga banyak membantu ekonomi daerah khususnya dalam membangun infrastruktur hingga menggairahkan berbagai sektor yang potensial bertumbuh lebih tinggi. Anggaran untuk dana desa ini juga terus meningkat dan diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun desa.

''Jateng termasuk provinsi yang pembangunannya sudah inklusif. Selain dana desa untuk membangun desa tertinggal, banyak proyek strategis nasional yang sudah selesai atau akan dibangun dalam lima tahun ke depan. Dengan bonus demografi yang terjadi nanti maka pemerintah harus mulai fokus ke anak-anak muda sekarang erat dengan digitalisasi yang pertumbuhannya luar biasa,'' paparnya.

AYO BACA : Dinkes Catat Kasus Corona di Jateng Nihil


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar