Mencari Kuliner Jadul di Wisata Embung Bumiayu

  Senin, 03 Februari 2020   Adib Auliawan Herlambang
Bumdes Bumi Mandiri diluncurkan Minggu (2/2/2020) untuk pengembangan wisata Embung Bumiayu Weleri Kendal. (Edi Prayitno/Kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Keberadaan embung di Desa Bumiayu Kecamatan Weleri, Kendal, ternyata membawa berkah bagi warga sekitar. Selain  untuk pengairan lahan pertanian di desa tersebut, embung ini kini menjadi tujuan wisata murah meriah. Wisata embung Bumiayu yang diresmikan pertengahan 2019 silam ini, kini terus berbenah. 

Di wisata Embung Bumiayu ini kuliner tradisional dan jadul bisa dijumpai. kuliner jadul inilah yang menjadi daya tarik warga Weleri dan sekitarnya datang minggu pagi ke lokasi ini. 

"Sudah jarang makanan-makanan jaman dulu dijumpai, disini masih ada yang jualan," ujar Kholid.

Makanan khas Weleri juga banyak dijual oleh warga sekitar, yang mencoba meraup rejeki dari wisata embung ini. 

AYO BACA : Waduh, Bawaslu Kendal Temukan 10 Calon PPK Terindikasi Tidak Netral

"Luasan embung 1 hektar. Air embung ini juga jadi sumber pengairan bagi lahan pertanian seluas 30 hektar di blok sekitar desa," kata Kepala Desa Bumiayu Moh Johan, usai meresmikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan nama Bumi Mandiri, di lokasi embung, Minggu (2/2/2020).

Diungkapkan, Bumdes Bumi Mandiri memeliki berbagai bidang, diantaranya bidang wisata. Dengan melaunching Bumdces ini bertujuan untuk mempertegas kepada masyarakat jika wisata lokal Desa Bumiayu ini masuk bagian bidang yang ada di Bumdes.

"Kami juga juga membuat unit pengelolaan air bersih, pengelolaan sampah, usaha ATK, dan persewaan/perlengkapan alat bangunan," ungkapnya.

Sementara untuk mendukung embung menjadi destinasi wisata desa, pihak desa telah memberikan berbagai fasilitas, seperti wifi gratis, spot selfi, dan tempat untuk  wisata kuliner.

AYO BACA : Main di Kandang, Tottenham Hotspur Pecundangi Manchester City 2-0

"Untuk menarik minat warga datang ke sini, berbagai fasilitas untuk memanjakan pengunjung sudah kami cukupi," terangnya.

Desa wisata Embung Bumiayu dibuka setiap hari Minggu pagi hingga siang. Untuk momentum hari besar dan bulan puasa, direncanakan buka menjelang waktu berbuka.

"Embung Bumiayu akan dibuka sebagai kawasan kuliner," tandasnya.

Melihat keseriusan pihak desa untuk mengelola wisata, Kabid Pariwisata Dinas Pemuda,olahraga dan Pariwisata Kardiyantomo mengatakan, pembentukan Bumdes yang dilakukan oleh Desa Bumiayu ini tentu mderupakan langkah yang bagus, karena ini nanti bisa dikelola lebih baik dengan menggunakan dana desa.

"Embung ini punya potensi bagus untuk jadi tempat wisata. Lahan parkir ada, lokasi kuliner juga ada akses jalan juga tidak jauh. Tentu dalam hal ini kami akan membantu untuk promosi karena semua wisata masuk dalam peta wisata yang ada di dinas dan di publikasikan," katanya.

AYO BACA : Lembaga Bela Diri Harimau Putih Menyebar Lewat Santri


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar