Kontroversi Penyemprotan Disinfektan kepada WNI dari Wuhan, Menkes: Itu Protap Militer

  Senin, 03 Februari 2020   Abdul Arif
Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China setibanya tiba di Pangkalan Udara Raden Sajad, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (2/2). [ANTARA FOTO/Kementerian Luar Negeri RI]

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Warganet internasional menyoroti penyemprotan disinfektan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang baru saja dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok, Minggu (2/2/2020). Penyemprotan saat WNI tiba di Natuna menjadi kontroversi di media sosial.

Tak sedikit mereka yang menanyakan efektivitas dari penyemprotan dalam mencegah penyebaran virus Corona.

Ada juga sejumlah akun di media sosial yang menjadikan potongan video penyemprotan disinfektan itu menjadi sebuah candaan.

Terkait hal tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta agar penyemprotan disinfektan kepada para WNI tersebut tidak perlu dirisaukan.

AYO BACA : Bantah Status Janda Sejak 18 Tahun, Ini Bukti Aurelie Moeremans

Ya itu tergantung kalian (media), itu sudah ada rumusnya, itu ada inggredientsnya, tidak usah takut, kata Terawan di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Terawan mengatakan, penyemprotan disinfektan merupakan prosedur tetap dalam penanganan kesehatan, terutama pencegahan virus atau penyakit menular semisal Corona.

Itu protap untuk militer. Jadi, itu kan waktu itu nubika, memang harus dilakukan. Kan di sini ada aturan WHO, ada aturan ICMM, ada aturan dari militer sendiri-sendiri, kata Terawan.

Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia buka suara mengenai kontroversi penyemprotan cairan disinfektan ke tubuh para WNI yang baru pulang dari Wuhan, China.

AYO BACA : RS Charlie Hospital Gandeng PSIS Hadapi Liga 1 2020/2021

Dalam video yang awalnya dibagikan oleh akun @infoppkk, nampak para WNI yang turun dari pesawat disemprot satu persatu dengan cairan ke seluruh tubuh bagian luar.

Mereka juga diminta untuk menutup mata agar cairan yang disemprot tidak mengiritasi bagian sensitif seperti mata.

Dalam media sosial, video tersebut langsung menuai kontroversi. Beberapa di antaranya mengatakan upaya tersebut tak akan membunuh virus, namun lainnya menganggap upaya tersebut sebagai tindakan berlebihan.

Ditemui media, Dirjen P2P Anung Sugihantono mengatakan, tindakan tersebut sudah sesuai standar prosedur operasional.

Perlakuan terhadap mereka yang turun adalah bagian dari SOP. Saya paham memang pasti banyak yang menanyakan, namun itu adalah langkan dari prosedur yang dilakukan untuk orang yang datang, kata Anung, Senin (3/2/2020).

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah berhasil memulangkan 238 WNI dari lokasi asal pandemi virus corona di Kota Wuhan, China.

Seluruh WNI tersebut kini berada di fasilitas kesehatan yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Lanud Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

AYO BACA : Presiden Nyatakan 243 WNI yang Dievakuasi dari Wuhan Sehat


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar