King of The King Dony Pedro Ternyata Tentara Aktif, Ini Penjelasan KSAD

  Sabtu, 08 Februari 2020   Adib Auliawan Herlambang
King of The King Dony Pedro (Istimewa)

MAGELANG, AYOSEMARANG.COM -- Terkait kasus King of The King, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa mengakui, pihaknya kecolongan karena melibatkan anggota TNI aktif, Dony Pedro. Diketahui, Dony Pedro merupakan salah satu pimpinan King of The King. 

"Kami juga baru tahu, kami merasa kecolongan tetapi itu adalah tanggung jawab saya, jadi harus diperbaiki, proses hukum, kami lihat kesalahan demi kesalahan," kata Jenderal TNI Andika Perkasa di Magelang, Jumat (7/2/2020).

Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri peresmian patung presiden pertama RI Soekarno oleh presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri di Akedemi Militer Magelang.

AYO BACA : Klaim Punya 2 Juta Triliun Poundsterling, Ketua King of The King Ngaku untuk Kesejahteraan Seluruh Dunia

Andika menyampaikan, berdasarkan hasil investigasi beberapa hari ini arah kasus tersebut ke penipuan.

"Akan tetapi, kami pasti akan jaga sehingga proses hukum ini tidak main-main. Proses hukumnya di pengadilan militer dan itu kami kawal benar sehingga proses hukum dalam hal penegakan KUHP militer itu benar-benar memberikan rasa keadilan kepada korban-korban penipuan," katanya.

Menurutnya, kasus tersebut terus ditelusuri karena melibatkan banyak teman tersangka ini dari kalangan sipil.

AYO BACA : Tolak Ditilang, Pengemudi Ini Cekik dan Ajak Duel Polisi

Ia menuturkan bahwa anggota TNI ini bertugas di Pusat Persenjataan Infanteri Bandung dan sekarang sudah ditahan sejak 31 Januari 2020 di Polisi Militer Kodam III/Siliwangi, Bandung.

"Jadi, sudah ditahan sambil melakukan proses hukum, tidak akan dilepas," kata KSAD menegaskan.

Mengenai kasus penipuan tersebut, lanjut dia, belum kesimpulan. Namun, itu minimal dan mungkin juga akan berlapis.

Ia berharap kasus ini menjadi evaluasi. Dalam hal ini informasi dari masyarakat dibutuhkan sehingga bisa diketahui lebih dini.

"Jangan sampai telanjur bablas seperti Letnan Satu D ini," kata Jenderal TNI Andika Perkasa.

Andika juga mengklaim upaya preventif ke depan sudah dilakukan. TNI AD akan terus memperbaiki agar tak ada lagi kasus-kasus seperti ini. 

AYO BACA : Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus King of The King


   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar