Siswi SMP Alami Pemerkosaan, Disekap dan Dipaksa Threesome Pasangan Suami Istri

  Selasa, 18 Februari 2020   Abdul Arif
Ilustrasi

BREBES, AYOSEMARANG.COM-- Seorang siswi SMP IT (16)  menjadi korban pemerkosaan oleh pasangan suami istri di Brebes, Jawa Tengah. Kedua pasangan tersebut, Sarkum alias TK (51) dan Puroh alias SF (29) kini ditetapkan sebagai tersangka.

SF dan TK menyekap IT selama 10 hari di rumah kosong dan dipaksa melakukan hubungan seksual poliamori alias threesome.

Siswi SMP tersebut disekap sejak Kamis 6 Februari. Dia baru berhasil kabur pada hari Minggu 16 Februari, akhir pekan lalu.

Korban terpaksa menuruti perintah kedua tersangka karena mendapat ancaman. Ditakut-takuti pakai jenglot. Memang dari para tersangka kami menyita satu jenglot, alat perdukunan, kata Kapolsek Bumiayu Polres Brebes Ajun Komisaris Adiel Aristo dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2/2020).

AYO BACA : Minta Dijauhkan dari Virus Korona, Warga Yerusalem Gelar Doa di Tembok Barat

Tragedi ini bermula saat IT diminta Puroh yang merupakan tetangga rumahnya untuk membantu pekerjaan sang suami.

Oleh Puroh, IT dijanjikan mendapat bayaran Rp5 juta. Puroh lantas membawa IT ke Dukuh Karanganyar.

Tapi, di sana, IT justru disekap dan dipaksa melakukan hubungan badan bertiga atau poliamori.

Adiel menuturkan, Sarkum dan Puroh diduga mempunyai kelainan seksual sehingga memaksa IT yang masih di bawah umur untuk berhubungan intim.

AYO BACA : Sedih, BCL Antar Jenazah Ashraf ke Tempat Pemakaman San Diego Hills

Ia mengatakan, IT disekap di sebuah rumah kosong selama sepuluh hari. Di rumah kosong itu pula IT dipaksa melakukan poliamori atau threesome.

Penderitaan IT berakhir ketika korban berhasil kabur dari rumah tersangka Minggu (16/2/2020) akhir pekan lalu sekitar pukul 06.30 WIB.

Setelah kembali ke rumah, keluarga IT melaporkan kejadian itu ke Polsek Bumiayu, Senin (17/2) pekan ini.

Kami langsung bergerak menggerebek para tersangka. Kekinian mereka sudah ditahan. Kami juga menyita sejumlah barang bukti,” kata Adiel.

Adiel mengungkapkan, Sarum dan Puroh disangkakan melanggar Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam 15 tahun penjara.

AYO BACA : Istri Dirasuki Genderuwo, Ayah di Pekanbaru Habisi Nyawa Anak Kandung


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar