KKN UPGRIS Gelar Workshop Pembuatan Keripik Tempe Sagu untuk Warga Desa Sumberejo

  Selasa, 18 Februari 2020   Abdul Arif
Pemilik UMKM Bukit Magir Sari sedang mengajari cara menggoreng keripik tempe sagu yang benar kepada Ibu-ibu PKK Desa Sumberejo, Rabu (12/2/20). (Almira Wulan Sari)

DEMAK, AYOSEMARANG.COM-- Mahasiswa KKN UPGRIS 2020 yang berlokasi di Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, mengadakan workshop pembuatan keripik tempe sagu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Balai Desa pada Rabu (12/2/2020). Sesuai temanya, pelatihan ini diadakan untuk menumbuhkan bakat dan minat masyarakat dalam berwirausaha guna meningkatkan perekonomian di Desa Semberejo.

AYO BACA : KKN UPGRIS Kalipancur Kembangkan Kreativitas Anak Melalui Lomba Mewarnai

Selain untuk memenuhi program kerja di bidang kewirausahaan, pelatihan tersebut juga menjadi bentuk kerja sama antara UPGRIS dan Disporapar Jateng dalam mengentas kemiskinan. Serangkaian kegiatan tersebut diawali dengan pelatihan manajemen keuangan dan packaging produk oleh DPL KKN, Noni Setyorini, S.E., M.Sc. pada Selasa (4/2/2020) di rumah Son Haji, salah satu warga yang memiliki UMKM Bukit Magir Sari (penghasil keripik tempe sagu, peyek kacang hijau, peyek kacang tanah, dan peyek ebi). Kemudian, diakhiri dengan workshop pembuatan keripik tempe sagu oleh Son Haji untuk Ibu-ibu PKK Desa Sumberejo.

AYO BACA : KKN UPGRIS Ajak Ibu-ibu Wonosalam Demak Senam Aerobik

Sari Khusnul Khuluq, penanggung jawab bidang kewirausahaan KKN UPGRIS 2020, mengungkapkan bahwa, “UMKM Bukit Magir Sari memiliki potensi untuk mengajak masyarakat di Sumberejo dalam menumbuhkan minat berwirausaha, karena dapat dilihat dari rekam jejak Pak Son Haji yang sering mengikuti seminar dan pelatihan tentang wirausaha. Bahkan, beliau pernah diberi amanah untuk melakukan pelatihan dengan warga yang didanai pemerintah.”

“Kalau keripik tempe sagu bahan bakunya menggunakan kedelai dan tepung tapioka, sedangkan keripik tempe biasa kedelai dan tepung beras. Untuk proses produksinya juga berbeda, keripik tempe sagu harus difermentasi selama dua hari, tapi kalau keripik tempe biasa langsung diiris lalu masuk penggorengan. Keripik tempe sagu memiliki kadar minyak yang lebih sedikit dari keripik tempe biasa, ya itulah keunggulan yang dapat kita lihat,” jawab Son Haji ketika ditanya salah satu peserta workshop mengenai perbedaan keripik tempe sagu dengan keripik tempe pada umumnya. Pada pelatihan ini, ibu-ibu diajari cara membuat tempe sagu, membuat bumbu keripik tempe, mengiris dan menggoreng yang benar agar hasilnya renyah dengan sedikit kadar minyak.

“Saya merasa bangga karena antusias Ibu-ibu PKK Sumberejo ini sangat tinggi. Harapan kami, dengan antusias yang sangat tinggi itu, bisa diimplementasikan di masyarakat atau dusunnya masing-masing nanti, juga bisa menambah income untuk keluarga,” jelas Son Haji ketika diwawancarai oleh salah satu mahasiswa KKN UPGRIS 2020.

--Almira Wulan Sari, Mahasiswa KKN UPGRIS 2020

AYO BACA : KKN UPGRIS 2020 Bekali Kelompok Tani dan Karang Taruna Trengguli Cara Pembuatan Pupuk Kompos

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.


  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar